Pramono Anung Desak PT Adhi Karya Bongkar Tiang Monorel Mangkrak: Ganggu Estetika Kota

Pramono Anung Desak PT Adhi Karya Bongkar Tiang Monorel Mangkrak: Ganggu Estetika Kota

Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said Kuningan--rm.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa tanggung jawab pembongkaran puluhan tiang monorel mangkrak di kawasan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika, Senayan, berada di tangan PT Adhi Karya.

Hal ini disampaikannya setelah memastikan bahwa secara hukum, tiang-tiang peninggalan proyek monorel yang terbengkalai selama lebih dari 20 tahun tersebut adalah milik PT Adhi Karya, perusahaan BUMN yang sempat menggarap proyek itu.

“Kemudian yang berhak untuk membongkar adalah Adhi Karya,” kata Pramono, Rabu, 11 Juni 2025.

BACA JUGA:Miris! Bocah 7 Tahun Diduga Dianiaya Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama

Akan Surati PT Adhi Karya, Pemprov Siap Ambil Alih

Gubernur Pramono menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada PT Adhi Karya agar segera melakukan pembongkaran sekitar 90 tiang monorel yang dianggap merusak estetika dan wajah kota Jakarta.

“Kami akan menyurati Adhi Karya. Kalau kemudian Adhi Karya tidak mampu, maka Pemprov DKI akan turun tangan,” tegasnya.

Pramono juga mengungkapkan bahwa status hukum tiang monorel tersebut kini telah jelas, sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda proses pembongkaran.

“Persoalan hukumnya sekarang sudah kami ketahui secara detail,” tambahnya.

BACA JUGA:Patrick Kluivert Akui Ketangguhan Jepang Usai Indonesia Dilibas 0-6 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Proyek Lama yang Tak Pernah Tuntas

Tiang-tiang monorel mangkrak ini merupakan bagian dari proyek transportasi ambisius yang dimulai sejak era Gubernur Sutiyoso (Bang Yos), dan tidak terselesaikan hingga kini, melewati masa kepemimpinan gubernur-gubernur berikutnya seperti Foke, Jokowi, Ahok, Anies, hingga kini Pramono.

“Saya tahu ini persoalan lama, sejak zaman Bang Yos, Bang Foke, sampai Pak Jokowi, Pak Ahok, dan Pak Anies. Tapi saya tidak ingin ini terus dibiarkan,” ungkap Pramono.

Sebagai Gubernur baru, Pramono Anung menegaskan bahwa masa kepemimpinannya tidak akan membiarkan simbol kegagalan proyek publik ini terus berdiri dan merusak pemandangan kota.

BACA JUGA:Empat Pemain Keturunan Belanda Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Putri Indonesia

“Saya ingin menangani itu. Jangan karena ada persoalan lalu dibiarkan terus. Ini merusak wajah kota,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait