Tawuran di Manggarai Tak Kunjung Usai, Gubernur Pramono: Penyebabnya Banyak Pengangguran

Tawuran di Manggarai Tak Kunjung Usai, Gubernur Pramono: Penyebabnya Banyak Pengangguran

Tawuran di Manggarai salah satu penyebabnya karena jumlah pengangguran--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Salah satu penyebab aksi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan tak kunjung selesai adalah jumlah pengangguran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, pengangguran jadi salah satu faktor tawuran di Manggarai.

"Mereka problemnya memang banyak yang belum mendapatkan pekerjaan," kata Pramono di Galeri Demono, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Mei 2025.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku, dirinya sudah mempelajari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan warga mudah tersulut emosi hingga akibatkan bentrokan.

BACA JUGA:Bersiaplah! Update Free Fire OB49 Siap Guncang dengan Map dan Fitur Baru!

"Karena saya sudah mempelajari. Salah satu faktor adalah ketidakberuntungan banyak anak-anak di sana. Yang mohon maaf belum punya pekerjaan tetap," ungkapnya.

Selain pengangguran, faktor lain penyebab maraknya aksi tawuran di Manggarai karena fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak termanfaatkan dengan baik.

"Kemudian ada sarana olahraga dan sarana-sarana lain yang tidak termanfaatkan secara baik," katanya.

Pramono mengeklaim dirinya sudah memiliki konsep atau gagasan untuk mencegah aksi tawuran di Manggarai kembali terulang.

BACA JUGA:Self Love vs Selfish: Sayang Diri atau Cuma Mau Menang Sendiri?

Salah satu gagasannya yakni dengan menggelar Manggarai Bersholawat, yang dia klaim bisa mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai.

Karena kata Mas Pram, warga Manggarai yang bertikai hingga tawuran mayoritas beragama Islam.

Sehingga pendekatan kultural dan keagamaan dia pilih untuk mendamaikan dua kubu tersebut.

Kata dia, kubu yang bertikai yakni di wilayah RW04 dan RW05 Kelurahan Manggarai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait