Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Bandara di Perlintasan Stasiun Poris Tangerang
Pejalan Kaki Tewas Tersambar Kereta di Perlintasan Stasiun Poris Tangerang. -Disway/Candra Pratama-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Seorang pejalan kaki tewas setelah disambar kereta api di perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (6/5/2025).
Kejadian tragis ini viral di media sosial setelah video insiden tersebut beredar luas.
Saat itu, kereta bandara dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju Jakarta sedang melintas. Meskipun petugas telah memberikan peringatan, korban tidak menghiraukan imbauan dan berusaha menyeberang, hingga akhirnya terseret oleh kereta.
Akibat kejadian tersebut, Horison ditemukan tewas di lokasi. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi.
Namun saat kereta mendekat, pria tersebut nekat menerobos palang pintu kereta yang sudah tertutup.
BACA JUGA:Hasil Inter Milan vs Barcelona: Gol Frattesi Bawa Nerazzurri ke Final Liga Champions
BACA JUGA:Soroti Kopi Good-Day DBL Camp, Ketua Umum Perbasi Puji Talenta Muda Basket Indonesia
Petugas yang memberikan imbauan kepada pria tersebut bahkan tidak digubris dan akhirnya tertemper kereta.
Kapolsek Batuceper, Kompol Gunawan pun membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pada saat kejadian palang pintu kereta juga telah ditutup, namun korban tetap nekat menerobosnya.
"Korban atas nama Muhamad Horison (45) beralamat di Kebon Pala, Jakarta Timur. Kejadian sekira pukul 16.27 WIB di perlintasan kereta api Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang," ujarnya di lokasi, Selasa.
"Korban jalan kaki, sengaja jalan kaki untuk melintas, sementara palang pintu sudah ditutup sehingga yang bersangkutan itu nekat menerobos rel kereta," sambung Gunawan.
Selanjutnya, kata Gunawan, korban tewas dibawa menuju rumah sakit umum Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi.
"Kasus kecelakaan ini juga telah ditangani oleh polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota," tambahnya.
Jalanan di sekitar lokasi kejadian sempat mengalami penumpukan, meskipun tidak terlalu signifikan. Sebab, petugas yang ada di lapangan langsung sigap mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: