NASA Kirim Astronaut ke Bulan, Misi Bersejarah Menuju Era Baru Eksplorasi
NASA memulai babak baru eksplorasi Bulan.--
radarpena.co.id - Empat astronot resmi lepas landas dari Florida pada Rabu (1 April) dalam misi Artemis II milik NASA. Misi ini menjadi langkah besar Amerika Serikat untuk kembali mengirim manusia ke bulan, sekaligus memperkuat persaingan dengan China dalam eksplorasi luar angkasa.
Roket Space Launch System (SLS) meluncur dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral menjelang matahari terbenam. Roket setinggi 32 lantai itu membawa kapsul Orion berawak menuju orbit Bumi dengan jejak uap putih tebal yang membelah langit cerah.
Misi Artemis II: Uji Coba Berawak Pertama dalam Program Baru
Artemis II menjadi penerbangan uji berawak pertama dalam program Artemis, yang menggantikan proyek Apollo era Perang Dingin. Ini juga menjadi misi pertama dalam 53 tahun terakhir yang membawa manusia mengelilingi bulan, melampaui orbit Bumi.
Jika semua berjalan sesuai rencana, kru akan menjalankan misi hampir 10 hari. Mereka akan mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi sambil menguji kemampuan pesawat ruang angkasa.
Tim astronot terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Kanada.
Tujuan Besar: Bangun Pangkalan dan Kehadiran Permanen di Bulan
Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa peluncuran ini menjadi awal dari rencana besar berikutnya.
Ia menyebut misi lanjutan akan fokus pada pembangunan pangkalan bulan untuk menciptakan kehadiran jangka panjang manusia di sana.
program Artemis sendiri diluncurkan pada 2017 dengan nilai miliaran dolar. NASA merancang program ini sebagai batu loncatan menuju misi manusia ke Mars di masa depan.
Momen Haru Sebelum Peluncuran
Beberapa menit sebelum lepas landas, Jeremy Hansen menyampaikan pesan yang mencerminkan semangat global misi ini.
"Ini Jeremy, kita akan pergi untuk seluruh umat manusia."
Sementara itu, Direktur peluncuran Charlie Blackwell-Thompson memberikan pesan penyemangat kepada kru:
"Reid, Victor, Christina, dan Jeremy, dalam misi bersejarah ini kalian membawa serta hati tim Artemis ini, semangat keberanian rakyat Amerika dan mitra kami di seluruh dunia, serta harapan dan impian generasi baru."
"Semoga berhasil, semoga sukses, Artemis II. Mari kita mulai."
Uji Teknis di Orbit: Kendali Manual Jadi Fokus
Beberapa jam setelah peluncuran, tahap atas roket SLS berhasil terpisah dari kapsul Orion. Setelah itu, kru langsung menjalankan uji awal.
Mereka mengendalikan pesawat ruang angkasa secara manual di sekitar tahap roket untuk membuktikan kemampuan manuver. Uji ini penting jika sistem otomatis mengalami gangguan.
Perjalanan Terjauh dalam Sejarah Manusia
Artemis II akan membawa awak sejauh 406.000 kilometer dari Bumi. Jarak ini menjadi rekor baru perjalanan manusia di luar angkasa.
Sebelumnya, rekor dipegang oleh misi Apollo 13 pada 1970 dengan jarak sekitar 248.000 mil.
Misi Apollo terakhir yang mendaratkan manusia di bulan terjadi pada 1972, dan hingga kini hanya Amerika Serikat yang pernah melakukannya.
Target 2028 dan Persaingan dengan China
NASA menargetkan pendaratan manusia di Kutub Selatan bulan pada 2028 melalui Artemis IV. Target ini menjadi bagian dari upaya mengungguli rencana China yang ingin mengirim misi berawak ke wilayah yang sama pada awal 2030-an.
Sebelum itu, NASA akan menjalankan satu misi berawak tambahan sebagai persiapan.
Tantangan Besar: Biaya Tinggi dan Kompetisi Swasta
program Artemis dikenal dengan biaya besar, yang diperkirakan mencapai US$2 miliar hingga US$4 miliar per peluncuran.
NASA juga mulai mengandalkan perusahaan swasta seperti SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos untuk mendukung pengiriman astronot.
Sementara itu, keberhasilan Artemis II menjadi validasi penting bagi kontraktor utama seperti Boeing dan Northrop Grumman dalam memastikan sistem peluncuran aman.
Dukungan Politik dan Tantangan Internal
Peluncuran ini juga mendapat perhatian dari Presiden AS Donald Trump.
"Ini luar biasa," kata Trump. "Mereka sedang dalam perjalanan dan Tuhan memberkati mereka, mereka adalah orang-orang pemberani. Tuhan memberkati keempat astronot yang luar biasa itu."
Di sisi lain, NASA menghadapi tantangan internal setelah kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerja akibat pengurangan pegawai federal tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: