Cerita Horor Pasar Setan Gunung Lawu, Kisah Nyata di Antara Kabut dan Misteri

Cerita Horor Pasar Setan Gunung Lawu, Kisah Nyata di Antara Kabut dan Misteri

Gunung Lawu dengan puncaknya yang menjulang tinggi, bukan hanya magnet bagi para pendaki yang ingin menaklukkan ketinggian. -Youtube-Skepnostik

Sekerika semua terdiam dan mengheningkan telinga, awalnya hanya ada suara jangkrik dan gemerisik angin. 

Namun, tak lama kemudian, samar-samar, saya mendengar sesuatu yang aneh, bukan suara alam, melainkan seperti riuh rendah orang-orang yang sedang berinteraksi. Seperti suara ramai-ramai di pasar, namun suaranya terdengar seperti dari kejauhan.

"Itu cuma pendaki lain, kali," jawab Rian, berusaha menenangkan diri sendiri. Gilang mengangguk setuju, tapi raut wajahnya menunjukkan keraguan.

Namun, suara itu semakin jelas dan semakin dekat. Bukan hanya suara orang mengobrol, tapi kini terdengar suara tawa, lengkingan, dan bahkan suara orang yang sedang tawar-menawar. 

"Ini aneh," bisik Tika. "Kenapa suaranya ada di sekitar sini? Tadi tidak ada tenda lain, kan?"

Kepanikan mulai merayap, dan mereka mencoba keluar tenda untuk memastikan. 

Saat membuka resleting tenda perlahan, kabut seputih susu menutupi segalanya, jarak pandangnya tidak lebih dari dua meter. 

Di tengah kabut pekat itu, suara-suara aneh itu terasa mengelilingi tenda merak. 

Seolah-olah, ada ratusan orang berdiri di sekitar tenda, namun tidak ada satu pun yang terlihat. 

BACA JUGA:Cerita Horor Nyata! Keponakanku Zaki Hilang Diculik Wewe Gombel saat Senja

BACA JUGA:Cerita Horor Nyata Menyeramkan! Rumah Tusuk Sate di Jalan Mawar, Teror dari Arah Lurus

Yang lebih mengerikan, Rian mencium bau harum yang aneh, seperti bau kemenyan dan bunga-bunga yang tidak lazim.

Gilang yang selama ini paling berani, kini memegangi lengan Rian sangat erat. "Tutup tendanya, Ri. Kita jangan keluar," katanya dengan suara bergetar. 

Akhirnya mereka semua bergegas masuk kembali ke dalam tenda, menarik resleting hingga rapat, seolah kain tipis itu adalah benteng terakhir.

Di dalam tenda, mereka saling berpelukan, menggigil ketakutan, suara di luar semakin menjadi-jadi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait