Mengenal Tes MTB, Penting bagi Paru-paru Anda

Mengenal Tes MTB, Penting bagi Paru-paru Anda

Tes MTB adalah serangkaian pemeriksaan medis yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh seseorang.--

Radarpena.co.id, Jakarta - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Deteksi dini merupakan langkah penting dalam penanganan TBC. Salah satu pemeriksaan utama yang digunakan adalah tes MTB.

 

Apa Itu Tes MTB?

Tes MTB adalah serangkaian pemeriksaan medis yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi TBC, baik dalam bentuk laten (tidak menunjukkan gejala) maupun aktif (menunjukkan gejala dan bisa menular).

 

Jenis-Jenis Tes MTB

Terdapat beberapa jenis tes MTB yang umum digunakan di layanan kesehatan, antara lain:

1. Tes Mantoux (Tuberculin Skin Test/TST)

Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil cairan tuberkulin di bawah kulit lengan bawah. Setelah 48–72 jam, kulit diperiksa untuk melihat reaksi berupa benjolan atau kemerahan. Reaksi positif menunjukkan adanya infeksi TBC, tetapi tidak bisa membedakan apakah infeksi itu aktif atau laten.

2. Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assays)

Merupakan tes darah yang mengukur respons sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri MTB. Salah satu contoh populer adalah QuantiFERON-TB Gold. Tes ini lebih spesifik daripada tes Mantoux dan tidak dipengaruhi oleh riwayat vaksinasi BCG.

 

3. Tes Cepat Molekuler (TCM) atau GenXpert MTB/RIF

Merupakan tes molekuler modern berbasis teknologi PCR. Tes ini mampu mendeteksi DNA bakteri MTB sekaligus mengidentifikasi resistensi terhadap obat rifampisin. Hasilnya cepat, bisa diketahui dalam hitungan jam. GenXpert sangat direkomendasikan oleh WHO, terutama untuk pasien dengan gejala TBC berat atau yang memiliki risiko resistensi obat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: