Fenomena Joki Strava: Olahraga Demi Gengsi, Cara Cepat Hasilkan Ratusan Ribu Rupiah

Fenomena Joki Strava: Olahraga Demi Gengsi, Cara Cepat Hasilkan Ratusan Ribu Rupiah

Fenomena joki Strava memperlihatkan ironi era digital: olahraga yang seharusnya menyehatkan, justru dijadikan alat pencitraan. Di tengah tekanan sosial untuk tampil aktif dan sehat, sebagian orang memilih jalan pintas dengan menyewa tenaga orang lain.--

Padahal, menurut para ahli, tindakan ini justru menghilangkan esensi dari olahraga itu sendiri.

“Seharusnya olahraga adalah untuk diri sendiri, bukan untuk citra di media sosial,” ujar Dr. Andi Kurniawan, dokter spesialis kedokteran olahraga.

BACA JUGA:Viral! Joki Jalur Alternatif Puncak Bogor Diduga Peras Wisatawan, Getok Harga Rp850 Ribu ke Pengendara Mobil

BACA JUGA:Kenali Profesi Joki Surat Dokter: Mulai dari Tugas, Risiko, dan Dampaknya

Tanggapan Publik

Warganet di media sosial memberi respons beragam:

  • Ada yang menyindir: "Flexing tapi outsourcing. Olahraga lewat proxy."
  • Sebagian menyebutnya fenomena lucu tapi menyedihkan.
  • Banyak juga yang menyayangkan karena tren ini mencoreng nilai kejujuran dan kedisiplinan.

 

Risiko & Dampak

1. Psikologis:

Pencitraan palsu bisa menimbulkan tekanan sosial dan rasa bersalah.

2. Sosial:

Mengikis makna komunitas olahraga yang seharusnya saling mendukung secara nyata, bukan hanya angka dan data.

3. Etika digital:

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial mendorong orang untuk memalsukan gaya hidup demi impresi dan likes.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait