Senar Tak Lagi Milik Lelaki: 5 Gitaris Wanita Indonesia yang Menggebrak Panggung Musik
Di tangan para perempuan, gitar tak cuma berdenting—ia menyala. Ia menjadi medium ekspresi, pemberontakan, dan kelembutan sekaligus.--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Dulu, gitar identik dengan sosok pria berkeringat, berambut gondrong, dan gaya “bad boy” di panggung.
Tapi kini, paradigma itu terkikis. Di tangan para perempuan, gitar tak cuma berdenting—ia menyala. Ia menjadi medium ekspresi, pemberontakan, dan kelembutan sekaligus.
Berikut adalah lima gitaris wanita Indonesia yang tak hanya jago memainkan senar, tapi juga memainkan emosi dan opini publik.
1. Prisa Rianzi – Ratu Distorsi dari Panggung Rock
Saat banyak perempuan memilih genre pop yang manis, Prisa memilih jalan tajam: metal dan rock alternatif. Mantan gitaris Cokelat dan Sucker Head ini dikenal dengan teknik shred cepat, riff agresif, dan gaya panggung yang liar namun presisi.
Dengan gitar Ibanez setianya, Prisa adalah kilatan petir di antara gemuruh drum dan dentuman bass. Ia bukan sekadar musisi wanita—ia adalah gitaris hebat, titik.
BACA JUGA:Mengenal Yngwie Malmsteen, Gitaris Dunia Asal Swedia Beraliran Neo Classical Metal
2. Marsya – Denting Perlawanan dari Garut
Bersama Voice of Baceprot (VoB), Marsya membawa nama Indonesia ke festival-festival rock dunia. Gitar elektriknya adalah peluru untuk menyuarakan isu sosial, pendidikan, dan kebebasan berpendapat.
Marsya bukan hanya tampil keren di panggung, ia adalah simbol perlawanan perempuan dari desa ke dunia. Ketika ia membetot senar, ia sedang mengguncang sistem.
3. Della Monica (Yoyo Padi) – Lembut Tapi Tajam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: