4 Larangan Malam 1 Suro yang Diyakini Bisa Membawa Kesialan, Jangan Asal Bertindak!
Ilustrasi malam satu suro-Unsplash/ Kyle Johnson-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Malam 1 Suro selalu punya tempat khusus di hati masyarakat Jawa. Bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Jawa, malam ini juga dianggap sebagai malam penuh energi spiritual, yang oleh sebagian orang justru diyakini membawa aura mistis.
Bahkan, banyak masyarakat yang sengaja menarik diri dari keramaian demi menjalani laku batin, seperti semedi, tirakat, atau ritual adat yang dilakukan dengan khidmat.
Tahun ini, malam 1 Suro 1959 Jawa jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, karena 1 Suro bertepatan dengan Jumat, 27 Juni 2025 dalam kalender Masehi.
Meski secara umum berbarengan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kalender Jawa memiliki perhitungan tersendiri yang dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Islam.
Nah, di balik nuansa magis malam 1 Suro, ternyata ada beberapa larangan atau pantangan yang dipercaya turun-temurun.
BACA JUGA:7 Tradisi Paskah Paling Unik dari Seluruh Dunia: Mulai dari Perang Air Hingga Layang-layang
BACA JUGA:Tradisi Kunjung Makam saat Idul Adha, Syariatnya?
Meskipun tak semua orang Jawa memegangnya secara mutlak, mitos ini masih kuat mengakar, terutama di daerah-daerah yang menjunjung tinggi adat leluhur.
Yuk, simak empat hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat malam 1 Suro, lengkap dengan makna di baliknya!
1. Dilarang Keluar Rumah Tanpa Alasan yang Jelas
Larangan ini bisa dibilang yang paling terkenal dan paling sering disebut orang tua zaman dulu. Pada malam 1 Suro, banyak masyarakat yang memilih berdiam diri di rumah dan menghindari bepergian.
Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa pasukan gaib pengikut Nyi Roro Kidul sedang “melintas” menuju Gunung Merapi atau Keraton Yogyakarta pada malam tersebut, dalam rangka memenuhi perjanjian gaib dengan raja-raja Jawa.
Menurut Tundjung W. Sutirto, dosen sekaligus pemerhati budaya dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, larangan ini berkaitan dengan Perjanjian Abipraya antara Panembahan Senopati dan Ratu Laut Selatan.
Jika ada orang yang tidak sengaja berpapasan dengan iring-iringan pasukan halus ini, diyakini akan mengalami nasib buruk, entah itu berupa sakit, kesialan, atau bahkan hilang secara misterius.
Itulah sebabnya, di banyak desa, orang tua masih sering menasihati anak-anaknya untuk tidak keluar rumah saat malam 1 Suro, kecuali memang ada kebutuhan mendesak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: