Mengetuk Manisnya Alam: Cara Memperoleh Aren untuk Gula Aren di NTT
Proses menyadap aren untuk gula aren di NTT--
Radarpena.disway.id, Jakarta - Di balik rasa manis alami yang menetes dari sepotong gula aren, tersimpan proses panjang yang menyatu erat dengan alam dan kearifan lokal. Di NTT, dari Flores hingga Timor, pohon aren (Arenga pinnata) bukan sekadar tumbuhan liar, melainkan sumber kehidupan yang telah menghidupi banyak keluarga petani selama bertahun-tahun.
Mencari Jejak Enau di Perbukitan
Pohon aren tumbuh subur di daerah perbukitan dan lereng gunung. Di beberapa wilayah seperti Bajawa, Manggarai, dan Belu, pohon ini bisa ditemukan berdiri tegak di antara semak hutan. Tak ditanam dengan sengaja, tapi menjadi anugerah alam yang dinantikan masa panennya.
“Kalau musim panas begini, nira dari aren lebih kental dan manis,” ujar Yance, petani dari Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Ia telah menyadap pohon aren sejak belasan tahun lalu, meneruskan tradisi dari ayahnya.
BACA JUGA:Tips Baru: Bikin Daging Cepat Empuk dengan Paracetamol
Penyadapan yang Penuh Kesabaran
Penyadapan nira dilakukan dari bunga jantan (mayang) pohon aren. Prosesnya tak bisa instan. Mayang dipukul dan dilayu selama beberapa hari sebelum bisa menghasilkan tetesan nira.
“Pagi dan sore kami ambil airnya, lalu langsung dimasak. Kalau kelamaan, bisa jadi asam atau malah jadi sopi,” lanjut Yance.
Satu pohon bisa menghasilkan 10–15 liter nira per hari. Nira segar kemudian dimasak selama berjam-jam di atas tungku kayu, diaduk tanpa henti hingga mengental menjadi gula cair, lalu dicetak menjadi gula aren batok atau gula semut.
BACA JUGA:Jarang Banyak yang Tahu, Ini Waktu Makan yang Baik Setelah Berolahraga!
Kreativitas dan Ketekunan Petani Lokal
Selain dijadikan gula, sebagian petani juga menjual nira segar ke koperasi atau pasar tradisional. Ada pula yang bekerja sama dalam kelompok tani, membentuk rantai produksi yang efisien. Di Kabupaten Belu, misalnya, sejumlah kelompok tani didampingi oleh Dinas Pertanian setempat untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran gula aren.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: