Asal Usul Nama Pejaten: Dari Hutan Aren ke Jantung Kota Jakarta Selatan

Asal Usul Nama Pejaten: Dari Hutan Aren ke Jantung Kota Jakarta Selatan

Mall Pejaten Village--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Pejaten, sebuah kawasan strategis di Jakarta Selatan, hari ini dikenal sebagai daerah urban yang padat penduduk, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi yang berkembang pesat.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik gemerlapnya modernitas Pejaten, tersimpan kisah sederhana tentang kehidupan agraris dan budaya Betawi yang melekat erat sejak ratusan tahun lalu.

 

Jejak Nama dari Pohon Aren

Nama “Pejaten” berasal dari kata dalam bahasa Betawi atau Melayu lokal: “pajet” atau “pajat”, yang berarti menyadap nira dari pohon aren (enau).

Dahulu kala, wilayah Pejaten merupakan daerah perbukitan rendah dan lahan hijau yang dipenuhi pohon-pohon aren.

Masyarakat setempat hidup dari hasil menyadap nira untuk dijadikan gula merah, minuman tradisional, atau bahan makanan lainnya.

Kegiatan ini disebut memajet, dan dari sinilah nama Pejaten berasal — sebagai tempat orang memajet atau menyadap.

BACA JUGA:Terletak di Luar Jawa, ini Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia

BACA JUGA:5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul yang Cocok untuk Healing: Tenang, Sepi, dan Penuh Pesona

 

Dari Kampung ke Kota

Seiring waktu, wilayah ini berkembang.

Di masa kolonial Belanda, Pejaten masih menjadi kawasan kampung yang tenang, dengan sawah, kebun, dan ladang milik warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait