SERAM! Kisah Nyata Siti Aminah: Drakula dari Kebayoran Baru

SERAM! Kisah Nyata Siti Aminah: Drakula dari Kebayoran Baru

Namanya Siti Aminah, namun bagi warga Kebayoran Baru, ia dikenal dengan julukan mengerikan, "Drakula dari Kebayoran Baru".--Catatan Sejarah

Dan mengecrucut pada satu tersangka yakni Aminah, dari bukti-bukti dan keterangan para saksi.

Di tengah malam yang dingin, Aminah akhirnya mengaku, ia memotong-motong mayat Hafsah, memasukkannya ke keranjang, lalu membuangnya ke sungai pada pukul 3 dini hari.

Namun pengakuan itu hanya membuka pintu kengerian yang lebih luas.

Aminah mengaku pernah membunuh wanita lain, yaitu Nyonya Mangku pada 1959. Bahkan lebih mencengangkan, beberapa anak angkatnya juga menjadi korban. 

Semua itu, katanya, atas bisikan gaib dari seorang "guru spiritual" yang menjanjikan kekayaan luar biasa jika ia mengorbankan 25 wanita dan 3 bayi.

Ia percaya bahwa setiap darah yang tumpah, setiap daging yang ia potong, adalah persembahan. Ya, persembahan pada sesuatu yang tidak terlihat.

BACA JUGA:Kisah Nyata! Uji Nyali di Rumah Iblis Jawa Tengah Berujung Meninggal, Jangan Pernah Coba-Coba Ganggu

BACA JUGA:Cerita Horor! Kisah Nyata Mantra Penangkal Arwah Ayah, Jangan Percaya Kebaikan Orang

Drakula yang Tertawa di Pengadilan

Saat Aminah diadili, ekspresinya seperti manusia biasa. Tapi setiap detail kejahatannya membuat hakim dan media bergidik. 

Ia didiagnosis mengidap gangguan mental “hipertensi exploitive”, namun wajahnya dingin, seolah tak menyesal. Warga menyebutnya "Drakula dari Kebayoran Baru", dan media memajangnya di halaman depan seperti monster dari cerita rakyat.

Selama sepuluh tahun dalam penjara, ia sempat menyatakan penyesalan. Tapi banyak yang yakin, ia hanya berpura-pura. 

Bahkan beberapa narapidana melaporkan bahwa ia sering berbicara sendiri, tertawa di malam hari, dan berkata ingin “mencium darah lagi”.

Legenda atau Kutukan?

Hingga kini, rumah tua di Jalan Ciomas I disebut-sebut masih menyimpan aura mencekam. Beberapa warga mengaku melihat sosok perempuan berkebaya putih berdiri diam di ujung jalan. Ada pula yang mendengar suara lirih dari balik tembok, memanggil dengan suara serak “Aminah…”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait