Terjebak dalam Waiting Mode, Kondisi Psikologis yang Sulit Dijelaskan
Jika kamu gelisah karena sesuatu hal, mungkin itu karena suatu ketidakpastian--
Radarpena.co.id - Lifestyle Pernah merasa sulit berkonsentrasi atau mengerjakan apapun hanya karena sedang menunggu hasil ujian, balasan pesan, atau jadwal pemeriksaan kesehatan? Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai "waiting mode".
Dikutip dari Psychology Today pada Kamis (9/7), waiting mode menggambarkan keadaan ketika seseorang merasa seolah hidupnya tertahan karena ada sesuatu yang belum pasti.
Akibatnya, perhatian, energi, dan kemampuan untuk fokus tersita oleh hal yang sedang ditunggu, meski sebenarnya belum ada tindakan yang perlu dilakukan saat itu.
Istilah waiting mode memang belum tercantum sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).
Fenomena ini lebih dahulu dikenal di komunitas penyandang attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), karena dianggap sebagai cara otak menghindari risiko lupa terhadap janji atau tugas yang akan datang.
Namun, kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh penyandang ADHD.
Waiting mode juga dapat muncul pada orang yang mengalami kecemasan, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau sangat berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Salah satu faktor yang diduga berperan adalah intolerance of uncertainty atau kesulitan mentoleransi ketidakpastian.
Kondisi ini telah banyak diteliti sebagai faktor yang berkaitan dengan berbagai gangguan kecemasan dan depresi.
Orang dengan tingkat intolerance of uncertainty yang tinggi cenderung lebih sulit menghadapi situasi yang hasilnya belum dapat diprediksi sehingga lebih mudah terjebak dalam kekhawatiran.
Pada sebagian orang, waiting mode dapat berkaitan dengan pengalaman traumatis di masa lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: