Tren Quiet Quitting makin marak di Jepang, Begini Pola Pikirnya

Tren Quiet Quitting makin marak di Jepang, Begini Pola Pikirnya

Quiet Quitting di Jepang berbeda cara dengan di Amerika--

Pada tahun 1998, terdapat 32.863 kasus bunuh diri di Jepang, dan banyak di antaranya terkait dengan jam kerja yang panjang dan tekanan di tempat kerja. Selama 14 tahun berikutnya, jumlah total kasus bunuh diri tetap berada di atas ambang batas 30.000. Namun, mulai menurun secara bertahap sejak saat itu. Pada tahun 2024, sekitar 20.320 orang meninggal karena bunuh diri, angka terendah kedua sejak data statistik mulai didokumentasikan pada tahun 1978.

"Anak muda kini tidak lagi merasa bahwa mereka tidak punya pilihan selain bertahan di pekerjaan yang membuatnya tidak bahagia, atau membuatnya tidak punya waktu untuk diri sendiri," kata Kawakami. "Hasilnya adalah orang-orang yang lebih bahagia." (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: