Kewajiban Istri jika Menikah dengan Orang Jepang, Jangan Anggap Sepele

Kewajiban Istri jika Menikah dengan Orang Jepang, Jangan Anggap Sepele

Kewajiban istri jika menikah dengan pria asal Jepang--

Radarpena.co.id, Jakarta - Anime, manga, dan drama Jepang sering kali menampilkan sekilas kehidupan sehari-hari keluarga di Jepang. Istri sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, suami sibuk bekerja, atau suami dan istri tidur di kamar terpisah. Meskipun perbedaan budaya sudah terlihat selama masa pacaran, tentu masih ada banyak hal yang baru dirasakan perbedaannya setelah menikah.

 

1. Istri Bertanggung Jawab atas Pekerjaan Rumah

Orang-orang yang tidak biasa merapikan rumah sebelumnya kemungkinan akan menjadi kebiasaan setelah menikah dengan orang Jepang. Itu karena di Jepang, istri diharapkan untuk tinggal di rumah dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Membersihkan rumah tiga kali seminggu sudah merupakan hal yang wajar. Beberapa orang bahkan melakukannya setiap hari! Sesibuk apa pun, ibu rumah tangga juga diharuskan untuk mengantar suaminya sampai ke pintu saat ia akan pergi bekerja.

Para suami di Jepang sering kali tidak terlalu membantu dalam mengurus pekerjaan rumah. Ini didasari dari pemikiran tradisional yang menilai bahwa istri mengurus rumah, suami mencari nafkah. Meskipun demikian, mereka tidak akan menolak permintaan sopan dari istri mereka, dan tidak sedikit pula yang bahkan mungkin menawarkan bantuan tanpa diminta. Memang, hal ini lebih jarang dilakukan dibandingkan suami-suami di negara lain.

BACA JUGA:Siap-Siap! Lowongan Kerja Jakarta Fair 2025 Segera Dibuka, Banyak Posisi untuk Lulusan SMA

2. Istri Harus Pandai dan Selalu Memasak

Orang Jepang memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap keterampilan memasak istri mereka dan selalu mengharap dimasakkan makan malam setiap hari. Jika istri tidak pandai memasak, suami akan memintanya untuk belajar daripada memilih makan di luar. Kontras dengan Taiwan, makan di luar dianggap lebih murah sehingga tidak jarang para suami makan sendiri atau berdua dengan istri setelah pulang bekerja. Tidak pandai memasak juga bukan suatu masalah besar bagi mereka.

Tentu saja, ada alasan di balik tingginya ekspektasi ini. Mayoritas wanita Jepang biasanya bisa dan tahu cara memasak. Selain itu, karena biaya hidup di Jepang tinggi, para suami lebih memilih makan di rumah saat tidak menghadiri pertemuan atau berkumpul bersama kolega.

BACA JUGA:Cara Ganti Alamat KTP Terbaru 2025: Syarat, Prosedur, dan Tips agar Proses Lancar!

3. Istri di Jepang Kemungkinan Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Bekerja Paruh Waktu

Zaman telah berubah, dan kini, lebih banyak wanita yang memutuskan untuk tetap berkarir setelah menikah. Akan tetapi, banyak pula wanita yang memilih bekerja paruh waktu atau sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Istri tidak diwajibkan bekerja di keluarga Jepang, kecuali mereka mau atau membutuhkan uang.

 

4. Suami Jepang Cenderung Berkepribadian Kaku

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: