Kewajiban Istri jika Menikah dengan Orang Jepang, Jangan Anggap Sepele

Kewajiban Istri jika Menikah dengan Orang Jepang, Jangan Anggap Sepele

Kewajiban istri jika menikah dengan pria asal Jepang--

Suami Jepang tidak suka istri yang bersikap manja dan keras kepala, dan mereka diharuskan memiliki sopan santun. Cara istri memanggil suaminya pun dinilai penting. Salah satu panggilan yang paling populer di Jepang adalah "あなた" (sayang) dan "OOさん" (OO san). Saat bertengkar, suami ingin istrinya tetap tenang dan membicarakan hal-hal bersama. 

BACA JUGA:25 Contoh Pantun Ulang Tahun yang Kocak Tapi Berkesan, Cocok Buat Semua Orang!

5. Para Suami di Jepang Lebih Jauh dari Orang Tua

Orang Jepang jarang mengunjungi orang tua mereka di akhir pekan. Mereka biasanya akan berkunjung saat Tahun Baru. Ada pula yang pulang 2-3 tahun sekali! Itu karena banyak yang meninggalkan kampung halaman dan pergi ke kota-kota besar seperti Tokyo setelah lulus untuk mencari nafkah. Mempertimbangkan jarak yang jauh dan biaya transportasi yang tinggi, mereka memutuskan untuk tidak pulang terlalu sering.

Artinya, kecuali pasangan tinggal bersama orang tua suami, istri akan sangat jarang berhubungan dengan keluarga suaminya. Apalagi mereka terkesan tidak tertarik untuk menelepon atau melihat keluarga mereka lebih sering. Para orang tua juga memilih untuk menjaga diri mereka sendiri agar tidak membebani anak-anak mereka, kecuali benar-benar diperlukan.

BACA JUGA:Ramalan Zodiak 26 April 2025: Cancer, Leo, Virgo, hingga Sagitarius Dapat Energi Positif

6. Istri Harus Membantu Pekerjaan Rumah Saat Mengunjungi Keluarga Suaminya

Tidak peduli seberapa enggan mereka berinteraksi dengan mertua, menemani suami kembali ke kampung halaman adalah etika yang harus dijalani. Selama berkunjung, istri di rumah tangga Jepang tidak boleh menganggap diri mereka sebagai tamu, dan sudah menjadi aturan tidak tertulis untuk membantu menyiapkan hidangan perayaan dan mengerjakan pekerjaan rumah.

 

7. Istri Diharuskan Mendukung dan Melayani Suami dengan Baik

Di Jepang, para suami selalu sibuk bekerja dan mengandalkan istri mereka untuk menangani segala macam hal dalam hidup. Misalnya, mempersiapkan kebutuhan untuk perayaan tradisional, mengatur tukar hadiah, dan ramah kepada teman-teman suami. Selain itu, keterampilan "membaca suasana" (空気読め) juga dinilai sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Istri harus menjaga hubungan baik dengan teman suami dan tetangga, serta harus berpenampilan sopan dan rapi. Hal ini khususnya berlaku untuk pasangan yang tinggal di Jepang karena orang-orang di negara tersebut sangat mempedulikan penilaian orang lain terhadap dirinya.

8. Para Suami di Jepang Biasanya Menghabiskan Hari Libur Bersama Keluarga

Menghabiskan waktu liburan bersama istri dan anak merupakan hal yang umum dilakukan oleh para suami/ayah di Jepang. Umumnya mereka pergi piknik atau bermain di taman. Oleh karena alasan itu pula Anda akan melihat banyak keluarga Jepang yang berpiknik dan menikmati berbagai hidangan di bawah pohon sakura selama musim semi. Bagi pasangan yang belum mempunyai anak, mereka memilih untuk pergi ke suatu tempat atau bersantai di rumah dan melakukan apa yang bisa dikerjakan. Singkatnya, orang Jepang mengutamakan waktu dengan keluarga (istri dan anak).

9. Ada Perbedaan Besar dalam Pola Pengasuhan Anak

Tanggung jawab mengasuh anak di Jepang sepenuhnya diserahkan kepada istri. Selain itu, sudah merupakan hal yang wajar bila suami istri tidur di kamar terpisah setelah bayi lahir agar tidak mengganggu suami saat terjadi keributan di tengah malam. Ini sering kali diinisiatifkan sendiri oleh sang istri. Tentu saja, beberapa keluarga masih memilih tetap tidur bersama dan ada suami yang juga membantu istri dalam mengurus anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: