Fakta Menarik Peti Kayu Istimewa Paus Fransiskus di Tengah Tradisi Kemewahan Vatikan
Tiket Gelang Misa Akbar Paus Fransiskus di GBK Gratis, Hati-hati Penipuan!-ilustrasi-Berbagai sumber
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Wafatnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025 lalu, bukan hanya menjadi momen duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, tapi juga pengingat tentang arti sebenarnya dari kepemimpinan yang penuh cinta dan kesederhanaan.
Adapun pemakaman beliau dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025 pukul 10.00 waktu setempat, sebuah momen yang akan menjadi bagian penting dalam sejarah Gereja Katolik modern.
Namun yang paling menyita perhatian dunia bukan hanya soal waktu atau tempat kepergiannya. Melainkan, keputusannya untuk dimakamkan dalam peti kayu sederhana, jauh dari kemewahan dan simbol-simbol besar yang biasanya mengiringi kepergian seorang Paus.
peti kayu Istimewa Pilihan Paus Fransiskus
Biasanya, jenazah seorang paus dimakamkan dalam tiga lapisan peti, dimulai dari kayu cypress, dilapisi peti timah, lalu ditutup peti kayu oak atau elm. Setiap lapisan punya makna ketahanan, perlindungan, dan simbol kekuatan warisan Gereja.
BACA JUGA:Misteri Cincin Paus yang Tak banyak Diketahui, Mengapa Keberadaannya Dihancurkan?
BACA JUGA:Mengenal Pneumonia Bilateral, Penyakit yang Diidap Paus Fransiskus Sebelum Wafat
Namun, Paus Fransiskus memutuskan untuk mengabaikan tradisi tersebut. Ia hanya ingin satu peti kayu. Sederhana. Tanpa logam, tanpa lapisan tambahan.
Lebih dari itu, keputusan ini bukan tanpa pesan. Peti kayu bukan hanya pilihan praktis atau ramah lingkungan. Melainkan, ini adalah pernyataan tegas dari seorang pemimpin yang sejak awal memilih hidup merakyat, berjalan di jalur kesederhanaan, dan menolak simbolisme kosong.
Dalam tradisi Kristen, kayu selalu membawa makna spiritual salib dari kayu, palungan dari kayu, dan kini, tempat peristirahatan terakhir yang juga dari kayu.
Ia menyimbolkan kerendahan hati, kefanaan manusia, dan pengingat bahwa semua orang akan kembali ke bumi. Bahkan pilihan kayunya pun ramah lingkungan, mudah terurai, tidak berlebihan, dan tetap fungsional.
Sebuah bentuk konsistensi dari Paus Fransiskus yang selama hidupnya dikenal sangat vokal dalam isu keadilan sosial dan pelestarian lingkungan.
BACA JUGA: 30 Kutipan Bijak Paus Fransiskus yang Menenangkan Hati, Bawa Harapan dan Kedamaian
BACA JUGA:Mengenang Paus Fransiskus, Ketika Doa untuk Palestina Menjadi Pesan Terakhir Sebelum Wafat
Jenazah Paus disemayamkan di Casa Santa Marta, tempat tinggal terakhirnya, dalam peti kayu terbuka berlapis kain merah, mengenakan jubah merah, mengenakan papal mitre putih, dan memegang rosario di tangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: