Mitos Orgasme yang harus dipahami, Penting bagi Suami Istri terutama Pengantin Baru
Mitos orgasme--
Radarpena.co.id, Jakarta - Berbicara tentang seks, nggak dapat lepas dari istilah orgasme. Umumnya, seseorang akan mengalami orgasme ketika ia merasa puas dan mencapai klimaksnya ketika bercinta. Maka sebaliknya, seseorang yang nggak mengalami orgasme menandakan jika ia nggak mencapai kepuasannya dalam bercinta.
Orgasme, khususnya yang dialami perempuan, masih menjadi misteri yang menimbulkan perbedaan pemahaman pada masing-masing orang. Boleh jadi, fakta yang kamu ketahui tentang orgasme, hanya sebuah mitos yang nggak patut kamu percayai. Lalu, apa saja yang merupakan mitos dari kepuasan bercinta? Melansir dari semua media, ini daftar mitos orgasme yang mungkin bisa kita percaya.
BACA JUGA:7 Tanda Kamu Merasa Kesepian dalam Hubungan, Berdua Tapi Hampa
Sebagian besar orang meyakini jika seseorang akan mengalami orgasme ketika bercinta. Namun faktanya untuk kebanyakan perempuan, anggapan itu kurang realistis. Mengutip dari Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada, hanya sepertiga perempuan yang dapat mencapai orgasme secara teratur ketika sedang bercinta. Seorang perempuan dapat nggak mencapai orgasme karena berbagai faktor, seperti terlalu lelah, stres, pikiran yang terganggu, atau nggak merasa dapat mencapai kepuasan dalam bercinta.
Mitos orgasme
Dikutip dari Mayo clinic, kebanyakan perempuan justru tidak dapat mencapai orgasme hanya dengan penetrasi vagina, atau bahasa sederhananya seks yang dilakukan secara normal melalui organ intim. Mereka dapat mencapai klimaks saat seks jika mereka mendapatkan stimulasi tambahan, seperti oral. Itu cenderung terjadi karena adanya perhatian tambahan pada klitoris, yang sering diyakini dapat membuat perempuan mencapai orgasmenya. Jadi, orgasme tidak hanya dapat dicapai melalui penetrasi organ intim.
BACA JUGA:10 Tanda Red Flag dalam Hubungan yang Muncul Sejak Awal Pacaran, Jangan Diabaikan!
Kepuasan bercinta itu dapat diraih dengan cara lain, atau dengan menambahkan perhatian ekstra pada area tubuh tertentu yang sensitif ketika bercinta.
1. Orgasme murni berupa fenomena fisik
Pada kebanyakan perempuan, orgasme lebih berupa fenomena mental ketimbang fisik. Dengan kata lain, pasangan dapat mencoba memberikan rangsangan.
Namun ketika pikiranmu berada di tempat lain, orgasme akan sulit terjadi. "Mental mengisi komponen yang besar pada orgasme," tutur Banner, "Jika tingkat stres cukup tinggi, merasa terganggu, cemas, atau ketakutan, itu dapat memengaruhi respon seksual. Kamu nggak akan menikmati bercinta."
BACA JUGA:8 Cara agar Hubungan Langgeng dan Bertahan Lama
2. Ada yang salah jika hanya orgasme sendiri
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: