Mengenal Hipotermia: Bahaya yang Mengintai Pendaki Gunung dan Cara Menghadapinya

Mengenal Hipotermia: Bahaya yang Mengintai Pendaki Gunung dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi pendaki gunung-Freepik/ wirestock-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pendaki gunung seringkali rentan mengalami hipotermia, terutama saat mencapai puncak gunung yang dikenal dengan suhu ekstremnya.

Hipotermia adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun di bawah 35°C. Saat itu terjadi, sistem saraf dan fungsi organ tubuh lainnya terganggu, yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Penyebab Hipotermia pada Pendaki

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipotermia saat mendaki gunung antara lain:

1. Kelelahan

Kelelahan fisik yang dialami pendaki mengurangi kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan suhu dingin. Kurang tidur dan istirahat juga dapat memperburuk kondisi tubuh, sehingga lebih rentan terkena hipotermia.

2. Paparan Angin Dingin

Angin kencang dan cuaca buruk di gunung dapat menurunkan suhu tubuh secara drastis. Bahkan di musim panas sekalipun, suhu di gunung bisa sangat dingin, terutama pada malam hari. Ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat, suhu tubuh pun menurun.

BACA JUGA:Misteri Gunung Tidar Magelang sebagai Paku Tanah Jawa dan Ritual Pesugihan Tiap Jumat Kliwon

BACA JUGA:Gambar fantastis Gunung Bromo meraih penghargaan Fotografer Terbaik Asia Tenggara di The Pano Awards 

3. Kurang Makan dan Minum

Pendaki yang lelah sering kali malas untuk makan. Tubuh yang kekurangan asupan makanan dan minuman akan kesulitan mempertahankan suhu tubuh. Energi yang tidak cukup akan mengganggu proses metabolisme yang menghasilkan panas tubuh.

4. Tubuh Basah

Keringat, hujan, salju, atau jatuh ke air membuat pakaian menjadi basah. Tubuh yang basah akan kehilangan panas dengan cepat, memperburuk kondisi hipotermia.

5. Kurangnya Persiapan

Pendaki yang tidak mempersiapkan peralatan dan pakaian dengan baik sangat rentan terhadap hipotermia. Persiapan yang matang adalah kunci untuk menghindari risiko ini.

6. Kurang Asupan

Jika pendaki tidak cukup mengonsumsi makanan atau minuman yang bergizi, tubuh tidak akan memiliki energi yang cukup untuk mempertahankan suhu tubuh.

BACA JUGA:Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik ke Level Awas, Ribuan Warga Mengungsi

BACA JUGA:Pesona Pantai Wediombo di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Suguhkan Panorama Indah dan Eksotis

Gejala Hipotermia

Hipotermia berkembang secara bertahap. Berikut adalah gejala-gejala yang muncul sesuai dengan penurunan suhu tubuh:

  • Hipotermia Ringan (32°C–35°C)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait