DANA Cetak Sejarah! Masuk Daftar 60 Perusahaan Fintech Inovatif Asia Versi Fortune 2024

DANA Cetak Sejarah! Masuk Daftar 60 Perusahaan Fintech Inovatif Asia Versi Fortune 2024

DANA berhasil menembus daftar 60 perusahaan terpilih, sebagai salah satu perusahaan pembayaran paling dinamis, dan berkembang pesat di Asia versi Fortune Fintech Innovators Asia 2024, --Radarpena.co.id

Sejak tahun 2018, DANA telah berintegrasi dengan Dukcapil untuk penerapan inisiatif Electronic Know Your Customer (e-KYC).

Dampaknya, inisiatif DPI telah mengubah kehidupan di Indonesia. Dalam pembayaran digital, DPI telah berhasil memberikan akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank. 

Hal ini, juga sejalan dengan visi Pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2025, selaras dengan yang dikemukakan oleh Vince, dalam sesi panel bertajuk ‘AI in focus: Applications to unlock new pathways for SME growth’ di SFF 2024.

BACA JUGA:35 UMKM Perempuan Menangkan SisBerdaya dan DisBerdaya 2024, Inisiasi DANA dan Ant International

BACA JUGA:Kolaborasi DANA dan Ant International Gelar SisBerdaya 2024, Giliran Pengusaha Perempuan Indonesia Mendunia

Faktor signifikan dalam pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia adalah adanya teknologi QRIS, hasil inisiasi dari Bank Indonesia. 

Saat ini, pengguna QRIS mencapai 50 juta orang, dan 33 juta merchant yang telah menyediakan pembayaran dengan QRIS. 

Pertumbuhan penggunanya telah bertumbuh lebih dari 160 persen per tahun, ini menjadi bukti bagaimana alat pembayaran telah beralih dari metode tunai ke digital. 

Sementara itu, potensi pertumbuhan industri tekfin juga diwujudkan dengan kehadiran QR Cross Border di tiga negara, Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

Kehadiran QR Cross Border bahkan membuka kesempatan bagi UMKM meningkatkan daya saing dan mendorong ekonomi lokal melalui pariwisata.  

Dengan demikian, potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia semakin terbuka lebar dengan hadirnya QR Cross Border. 

Inovasi ini tidak hanya menjadi jembatan transaksi bagi wisatawan, tetapi juga menjadi faktor yang dapat berkontribusi pada pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif sekaligus sebagai katalisator pertumbuhan UMKM dalam memperluas jangkauan pasarnya hingga ke mancanegara.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait