Bursa Membara! IHSG Tembus Level Psikologis 7.500 Saat Asing Borong Saham PTRO Hingga BRPT
Ilustrasi--
Radarpena.co.id - Pasar modal Indonesia sukses menutup perdagangan awal pekan dengan hasil yang bikin sumringah para investor! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menjebol level psikologis 7.500 pada Senin (13/4/2026). Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, kekuatan daya beli domestik dan aliran dana investor mancanegara membawa optimisme baru. Anda yang memegang saham-saham energi dan infrastruktur mungkin sedang tersenyum lebar melihat performa portofolio hari ini.
IHSG tercatat menguat 41,69 poin atau naik 0,56% ke posisi tepat 7,500. Sepanjang hari, pergerakan indeks menunjukkan gairah yang cukup agresif dengan level tertinggi sempat menyentuh 7.527, meski sempat terseret ke level terendah di 7.351. Apakah ini awal dari reli panjang bulan April? Mari kita bedah data transaksi yang mencatatkan nilai sangat jumbo hari ini.
Transaksi Jumbo Rp20,4 Triliun: Investor Asing Mulai Agresif
Gairah pasar terlihat sangat nyata dari total nilai transaksi yang menembus angka Rp20,4 triliun. Rinciannya, pasar reguler (RG) menyumbang transaksi sebesar Rp18,5 triliun, sementara pasar negosiasi (NG) mencatatkan Rp1,9 triliun. Angka ini menunjukkan likuiditas pasar yang sangat sehat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menariknya lagi, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp396 miliar di seluruh pasar.
Aliran modal asing yang masuk ini menjadi bukti bahwa saham-saham blue chip Indonesia masih memiliki daya tarik luar biasa. Fenomena beli bersih asing ini sering kali menjadi indikator bahwa pelaku pasar luar negeri melihat stabilitas ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya. Jangan sampai Anda ketinggalan kereta saat institusi besar mulai mengumpulkan barang di harga sekarang.
Banjir Cuan di Saham FILM, BRPT, dan PTRO
Bicara soal keuntungan, daftar Top Gainers di indeks KOMPAS100 hari ini benar-benar gila! Saham emiten rumah produksi PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin klasemen dengan lonjakan fantastis sebesar 19,60%. Tidak berhenti di sana, saham milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), juga terbang tinggi 14,36%. Lonjakan ini diikuti oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) yang meroket 11,63%.
Kenaikan saham PTRO ternyata sejalan dengan minat investor asing. Tercatat, saham PTRO menjadi incaran utama asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp135,2 miliar. Berikut adalah daftar saham yang paling banyak diborong asing hari ini:
- PTRO: Net Buy Rp135,2 Miliar
- CUAN: Net Buy Rp132,0 Miliar
- ASII: Net Buy Rp76,3 Miliar
- EMAS: Net Buy Rp72,3 Miliar
- BRPT: Net Buy Rp61,2 Miliar
Sektor Konsumsi dan Tambang Masuk Jalur Merah
Namun, tidak semua sektor berpesta. Beberapa saham unggulan justru harus rela parkir di zona merah dan masuk dalam jajaran Top Losers. Sektor nikel dan pertambangan terlihat mengalami koreksi yang cukup dalam. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merosot 3,93%, disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 2,17%.
Selain tambang, saham sektor konsumsi dan properti seperti CPIN, CTRA, dan ICBP juga kompak melemah dengan rata-rata penurunan di kisaran 2%. Penurunan ini kemungkinan besar karena adanya aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan pada pekan sebelumnya. Investor nampaknya mulai merotasi modal mereka dari sektor konsumsi ke sektor energi dan infrastruktur yang lebih prospektif di kuartal kedua ini.
BMRI Dilepas Asing, Sektor Perbankan Tertekan?
Satu hal yang perlu Anda waspadai adalah aksi jual bersih (net sell) investor asing pada saham perbankan raksasa. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penjualan asing paling masif sebesar Rp201,4 miliar. Tekanan jual di saham perbankan ini biasanya terjadi karena penyesuaian portofolio jangka pendek para manajer investasi global. Selain BMRI, saham DEWA, BELI, IMPC, dan AMMN juga masuk dalam daftar jual asing hari ini.
Kesimpulan: Strategi Menghadapi IHSG 7.500
Keberhasilan IHSG menyentuh level 7.500 merupakan sinyal positif, namun Anda tetap harus hati-hati terhadap volatilitas. Fokuslah pada saham-saham yang memiliki dukungan kuat dari aliran dana asing seperti PTRO dan BRPT, karena biasanya saham-saham ini memiliki daya tahan lebih kuat saat pasar bergejolak. Selalu perhatikan volume transaksi harian dan berita ekonomi terbaru agar keputusan investasi Anda tetap presisi di tahun 2026 yang penuh kejutan ini. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: