Inovasi Bayar Tol Tanpa Berhenti: Pemerintah Matangkan Uji Coba Sistem MLFF di 2026

Inovasi Bayar Tol Tanpa Berhenti: Pemerintah Matangkan Uji Coba Sistem MLFF di 2026

Pemerintah gelar uji coba ulang bayar tol tanpa sentuh (MLFF) 2026--

Radarpena.co.id - Kabar gembira bagi para pengguna jalan tol yang mendambakan perjalanan tanpa hambatan di gerbang pembayaran. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memberikan sinyal kuat untuk melanjutkan implementasi teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF). Sistem pembayaran nirsentuh berbasis satelit ini masuk ke fase pengujian ulang guna memastikan keandalan teknis sebelum rilis secara masal.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi mendalam yang melibatkan berbagai pihak terkait. Pemerintah ingin memastikan bahwa transisi dari kartu tol elektronik menuju sistem digital berjalan mulus tanpa merugikan pengguna maupun pengelola jalan tol.

Uji Coba Menyeluruh: Dari Aplikasi Hingga Verifikasi Saldo

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa pihaknya akan menggelar pengujian secara end-to-end. Berbeda dengan simulasi parsial sebelumnya, uji coba kali ini mencakup seluruh rantai proses penggunaan teknologi secara riil di lapangan.

Proses pengujian akan memantau pengalaman pengguna sejak tahap awal, yakni mengunduh aplikasi di ponsel pintar, melakukan registrasi, hingga saat kendaraan melintasi sensor di jalan tol. Sistem harus mampu menjamin bahwa transaksi tercatat dengan akurat dan dana terdistribusi dengan benar ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” ujar Wilan Oktavian dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Mengenal Aplikasi CANTAS dan Tahapan Fungsional

Sebagai perangkat utama dalam ekosistem MLFF, aplikasi bernama CANTAS menjadi sorotan utama dalam rangkaian tes ini. Pemerintah bersama mitra teknologi asal Hungaria, Roatex, telah menyelesaikan functional test tahap pertama pada awal Maret lalu untuk mendemonstrasikan fitur-fitur dasar aplikasi.

Kini, tim teknis bersiap melakukan functional test tahap kedua. Fokusnya adalah mengintegrasikan fitur aplikasi dengan kesiapan infrastruktur fisik di ruas jalan tol terpilih. Jika seluruh aspek teknis terpenuhi, barulah pemerintah akan memulai fase pra-uji coba secara menyeluruh.

Komitmen Kecepatan Implementasi: Semakin Cepat Semakin Baik

Meski tidak menetapkan tanggal absolut secara kaku, Wilan menekankan urgensi penyelesaian proyek ini. Pemerintah menargetkan efisiensi waktu tempuh di jalan tol dapat segera tercapai guna menekan biaya logistik nasional yang selama ini terhambat antrean di gerbang tol.

“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” tegas Wilan menutup keterangannya.

Investasi Hungaria Senilai Rp4,65 Triliun

Sebagai catatan sejarah, inisiasi proyek MLFF telah bergulir sejak 2016 pasca kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Hungaria, Victor Orban. Proyek prestisius ini dikembangkan oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) dengan skema pendanaan penuh dari pemerintah Hungaria.

Total nilai investasi yang dikucurkan mencapai US$300 juta atau setara dengan Rp4,65 triliun. Dengan dukungan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), Indonesia bersiap meninggalkan era kartu tol konvensional dan beralih ke standar internasional yang lebih modern dan efisien. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: