Salah Paham! Pagi Sore PIK Minta Maaf Usai Tuduh Turis Malaysia Tak Bayar Makan
Viral turis Malaysia dituduh kabur usai makan di RM Pagi Sore PIK. Setelah bukti transaksi muncul, pihak restoran langsung minta maaf. Foto: Threads @ainmyunus.--
Radarpena.co.id - Nama restoran Pagi Sore mendadak ramai dibahas di media sosial setelah muncul tuduhan bahwa rombongan turis asal Malaysia meninggalkan restoran tanpa membayar tagihan. Isu tersebut langsung memicu perhatian publik dan memancing reaksi netizen, terutama setelah video CCTV rombongan wisatawan itu ikut tersebar.
Kasus ini pertama kali muncul lewat unggahan akun Threads @ainmyunus. Dalam ceritanya, ia menjelaskan bahwa rombongannya yang berjumlah enam orang sempat makan di restoran Pagi Sore kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Rombongan tersebut datang sekitar pukul 11 siang dan menikmati sembilan jenis lauk. Total tagihan makanan mencapai Rp907.500. Saat itu, mereka mengaku telah menyelesaikan pembayaran menggunakan kartu.
Namun, persoalan justru muncul tiga hari setelah kunjungan tersebut. Ketika rombongan bersiap meninggalkan hotel tempat mereka menginap, sopir travel yang mengantar tiba-tiba menanyakan bukti pembayaran makan di restoran tersebut.
Momen itu membuat rombongan kaget. Mereka baru mengetahui bahwa pihak restoran menyebarkan rekaman CCTV karena mengira pelanggan asal Malaysia tersebut belum melunasi tagihan makan.
Situasi makin memanas setelah tuduhan itu ramai dibicarakan di media sosial. Banyak netizen langsung memberikan komentar tanpa mengetahui kronologi lengkap kejadian sebenarnya.
Menurut penuturan pemilik akun Threads tersebut, rombongannya merasa keberatan dengan tuduhan yang beredar. Mereka menegaskan bahwa pembayaran sudah dilakukan sejak awal menggunakan kartu pembayaran non-tunai.
Setelah melakukan pengecekan ulang, rombongan akhirnya berhasil menunjukkan bukti transaksi pembayaran kepada pihak restoran. Bukti itu sekaligus membantah dugaan bahwa mereka pergi tanpa membayar.
Tak lama setelah bukti pembayaran diperlihatkan, manajemen restoran Pagi Sore langsung menyampaikan permohonan maaf resmi kepada rombongan turis Malaysia tersebut.
Di tengah ramainya komentar netizen, pemilik akun justru mengambil sikap yang cukup menenangkan. Ia meminta masyarakat tidak melakukan boikot terhadap restoran Pagi Sore meski rombongannya sempat menjadi korban salah tuduh.
Pernyataan itu mendapat perhatian karena banyak pengguna media sosial sebelumnya mulai melontarkan kritik keras kepada pihak restoran. Beberapa netizen bahkan sempat menyerukan aksi boikot sebelum klarifikasi muncul.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha maupun pelanggan untuk menyimpan bukti pembayaran dengan baik, terutama saat menggunakan metode transaksi non-tunai. Bukti transaksi digital sering kali menjadi penentu saat muncul kesalahpahaman seperti ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: