Terbongkar! Jejak Debt Collector Pinjol Diduga Pakai Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang Viral

Terbongkar! Jejak Debt Collector Pinjol Diduga Pakai Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang Viral

Ilustrasi - Pinjol--

Modus Baru Pinjol Bikin Heboh, Ambulans dan Damkar Diduga Dipakai untuk Tagih Utang

Radarpena.co.id - Kasus dugaan penyalahgunaan layanan darurat oleh debt collector pinjaman online menggemparkan Sleman. Bukan sekadar meneror debitur lewat telepon, pelaku diduga memakai modus yang jauh lebih berani: memanfaatkan driver ambulans dan petugas pemadam kebakaran untuk menagih utang.

Polresta Sleman kini mendalami kasus tersebut setelah terungkap adanya laporan fiktif yang menyeret layanan publik ke skema penagihan utang pinjol. Polisi bahkan sudah melacak nomor telepon yang digunakan pelaku dan sinyal awal mengarah ke Sumatra Utara.

Polisi Buru Pelaku, Nomor Terlacak ke Sumatra Utara

Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom memastikan penyelidikan masih berjalan dan aparat sedang menelusuri seluruh jejak komunikasi yang digunakan pelaku.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan pelaku, yang terdeteksi berada di wilayah Sumatra Utara,” ujarnya.

Pernyataan itu membuka dugaan bahwa aksi ini tidak berdiri sendiri, melainkan bisa menjadi bagian dari modus penagihan yang lebih terorganisasi.

Hingga kini polisi belum mengamankan pihak mana pun. Namun penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk driver ambulans, petugas dari Kantor Damkar Kabupaten Sleman, serta pihak terkait lainnya.

Laporan Evakuasi Ular Ternyata Fiktif

Salah satu fakta yang membuat kasus ini menyita perhatian ialah laporan palsu ke layanan damkar.

Menurut hasil penyelidikan awal, petugas damkar sempat menerima laporan masuk melalui call center terkait permintaan evakuasi ular di sebuah lokasi di Caturtunggal, Depok, Sleman.

Petugas langsung bergerak ke lokasi sesuai prosedur. Namun setibanya di tempat, laporan tersebut ternyata fiktif.

“Dari hasil penyelidikan awal, benar terdapat laporan masuk ke call center Damkar terkait permintaan evakuasi ular. Namun, setelah petugas datang ke lokasi, diketahui bahwa laporan tersebut tidak benar atau fiktif,” kata Adhitya.

Di titik ini, pola permainan pelaku mulai terlihat. Layanan darurat dipancing datang ke alamat tertentu, lalu diarahkan untuk menekan debitur.

Ambulans Juga Dijebak untuk Penagihan

Tidak berhenti di damkar, modus yang sama diduga menyasar layanan ambulans.

Kronologi bermula pada Rabu (22/4/2026), ketika ambulans diminta menjemput pasien di sebuah indekos di Caturtunggal.

Namun sesampainya di lokasi, pasien yang dimaksud ternyata sudah tidak tinggal di tempat itu sejak tiga tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: