Dawet Ayu: Kuliner Ikonik dan Simbolik dengan Rasa Manis yang Khas

Dawet Ayu: Kuliner Ikonik dan Simbolik dengan Rasa Manis yang Khas

Dawet Ayu, si manis asli Banjarnegara--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner tradisional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Salah satu minuman khas yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga sarat nilai budaya adalah Dawet Ayu.

Berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah, Dawet Ayu tak hanya terkenal di daerah asalnya, tetapi telah menjelma menjadi ikon kuliner Nusantara yang mendunia.

 

Asal Usul Nama Dawet Ayu

Nama "Dawet Ayu" memiliki makna yang unik.

Dawet adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk minuman yang terbuat dari cendol (tepung beras) dan santan, sementara "Ayu" berarti cantik atau menarik. Konon, nama ini merujuk pada para penjual dawet zaman dulu yang dikenal berparas ayu dan mengenakan kebaya, berjualan dengan cara tradisional yang menarik perhatian banyak orang.

Merek dagang "Dawet Ayu Banjarnegara" pun semakin kuat dan melegenda, bahkan menjadi bagian dari identitas kota Banjarnegara.

BACA JUGA:Burgo, Sarapan Lembut dan Gurih dari Palembang yang Mulai Langka

BACA JUGA:Nikmat Banget! Resep Pisang Coklat Keju Lumer di Mulut, Begini Cara Bikinnya di Rumah

 

Komposisi dan Cita Rasa

Dawet Ayu terdiri dari bahan-bahan sederhana namun kaya rasa:

  • Cendol hijau yang kenyal, dibuat dari tepung beras atau hunkwe, diberi pewarna alami dari daun pandan atau suji.
  • Santan segar, menghasilkan rasa gurih alami.
  • Gula merah cair (juruh) yang legit dan harum.
  • Es serut atau es batu, sebagai pelengkap penyegar.

Perpaduan rasa manis dari gula, gurih dari santan, dan kenyal dari cendol menjadikan Dawet Ayu sebagai minuman yang cocok untuk berbagai suasana, terutama saat cuaca panas atau berbuka puasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: