Terletak di Luar Jawa, ini Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia

Terletak di Luar Jawa, ini Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia

Kota Singkawang--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Di tengah tantangan keberagaman di Indonesia, Kota Singkawang kembali menegaskan posisinya sebagai simbol kerukunan antarumat beragama dan antarbudaya.

Berdasarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023 yang dirilis oleh Setara Institute, Singkawang menempati peringkat pertama sebagai kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, dengan skor mengesankan sebesar 6,50 dari skala maksimal 7,00.

 

Kota Seribu Klenteng yang Multikultural

Terletak di Provinsi Kalimantan Barat, Singkawang dikenal luas sebagai kota multietnis dengan dominasi etnis Tionghoa, disusul Dayak dan Melayu.

Kota ini juga dijuluki sebagai “Kota Seribu Klenteng” karena banyaknya rumah ibadah yang berdiri berdampingan, menjadi simbol hidupnya nilai kebebasan beragama dan toleransi antar komunitas.

Perayaan Cap Go Meh setiap tahun menjadi salah satu bukti kuat toleransi sosial di kota ini.

Tak hanya masyarakat Tionghoa, warga dari berbagai suku dan agama turut terlibat dalam perayaan ini. Perpaduan budaya, agama, dan etnis justru menjadi kekuatan sosial yang mempererat persatuan masyarakat Singkawang.

BACA JUGA:30 Kata-kata Hari Raya Idul Adha 2025 yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati

BACA JUGA:Agama Keluarga Sarwendah: Menjunjung Tinggi Toleransi dan Kasih Sayang

Komitmen Pemerintah dan Masyarakat

Keberhasilan Singkawang meraih predikat kota paling toleran bukan semata hasil budaya lokal, tetapi juga buah dari kebijakan inklusif pemerintah kota.

Dalam laporan Setara Institute, penilaian mencakup empat aspek utama:

  • Regulasi pemerintah daerah yang menjamin kebebasan beragama dan berekspresi.
  • Tindakan pemerintah dalam menangani potensi konflik dan diskriminasi.
  • Dinamika sosial masyarakat yang terbuka dan damai.
  • Komposisi penduduk yang majemuk, namun tetap harmonis.

Pemerintah Kota Singkawang juga aktif melibatkan tokoh agama, tokoh adat, serta komunitas pemuda dalam dialog lintas iman, program sosial bersama, dan forum kerukunan umat beragama (FKUB).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait