Resmi Ditutup, Aplikasi Facebook Messenger di Mac dan Windows Pensiun

Resmi Ditutup, Aplikasi Facebook Messenger di Mac dan Windows Pensiun

MESSENGER RESMI DITUTUP--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Meta akhirnya menghentikan operasional aplikasi desktop Facebook Messenger untuk perangkat Mac dan Windows.

Mulai saat ini, pengguna diarahkan untuk tetap menggunakan layanan pesan instan tersebut melalui situs web Facebook atau Messenger.com.

Mengutip laporan TechCrunch, Messenger versi desktop pertama kali diluncurkan pada awal pandemi COVID-19 sebagai solusi komunikasi jarak jauh.

Namun, seiring berjalannya waktu, aplikasi ini dinilai kurang mampu bersaing dengan platform komunikasi lain yang lebih fokus pada kebutuhan profesional dan bisnis, seperti Zoom.

Sejumlah keterbatasan menjadi alasan utama melemahnya daya saing Messenger desktop. Mulai dari jumlah peserta panggilan video yang terbatas, tidak tersedianya fitur berbagi layar, hingga ketiadaan tautan rapat yang mudah dibagikan. Di tengah menjamurnya aplikasi komunikasi dengan fitur yang lebih lengkap, Messenger desktop pun kian tertinggal.

BACA JUGA:Resmi! PSSI Pecat Indra Sjafri Buntut Kegagalan di SEA Games 2025

Sinyal penghentian layanan ini sebenarnya telah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Pada 2023, Meta mulai mengintegrasikan kembali Messenger langsung ke dalam aplikasi Facebook, yang dinilai sebagai penanda perubahan arah strategi perusahaan.

Selain itu, Meta juga beberapa kali mengganti teknologi yang digunakan pada aplikasi Messenger desktop. Di Mac, aplikasi ini sempat dibangun menggunakan Electron, kemudian beralih ke React Native Desktop, hingga akhirnya memakai Catalyst—teknologi yang memungkinkan aplikasi iPad berjalan di Mac.

Namun, Catalyst menuai kritik dari pengembang dan pengguna karena dianggap memerlukan pekerjaan tambahan serta menghadirkan pengalaman yang kurang menyatu dengan sistem operasi macOS.

Sementara di Windows, Messenger telah diubah menjadi Progressive Web App (PWA) sejak tahun lalu. Rangkaian perubahan tersebut, ditambah dengan penyusutan fitur, diyakini turut berkontribusi terhadap menurunnya minat pengguna terhadap Messenger versi desktop.

BACA JUGA:Puluhan Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Jiwa Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.053 Orang

Di sisi lain, keputusan Meta mengembalikan Messenger ke dalam aplikasi Facebook dipandang sebagai upaya untuk menghidupkan kembali jejaring sosial Facebook, yang basis penggunanya dinilai semakin menua.

Sebelumnya, Meta juga telah memberi peringatan bahwa aplikasi Messenger desktop akan dihentikan pada akhir tahun. Pengguna disarankan untuk mengatur PIN agar riwayat percakapan tetap tersimpan sebelum sepenuhnya beralih ke versi web.

Bagi pengguna Messenger yang tidak memiliki akun Facebook, Meta tetap menyediakan akses melalui Messenger.com, sehingga pengguna masih bisa berkirim pesan tanpa harus membuat akun Facebook.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: