Kenali 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Sering Muncul di Chat, Jangan Sampai Tertipu!
Cara bikin orang lain tak bisa chat WhatsApp tanpa perlu blokir--istockphoto/oatawa
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan kemudahan berkomunikasi yang ditawarkan, tak heran aplikasi ini juga sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Bahkan, tak sedikit pengguna WhatsApp sebagai korban yang mengalami kerugian secara finansial, kehilangan data pribadi, hingga akses ke akun penting.
Para pelaku penipuan biasanya menggunakan berbagai trik dan modus yang dirancang untuk mengecoh korban, mulai dari pesan yang tampak meyakinkan, iming-iming hadiah, hingga ancaman.
Karena itu, penting bagi setiap pengguna WhatsApp untuk mengetahui berbagai jenis penipuan yang sering muncul agar bisa mengambil langkah pencegahan sejak awal.
BACA JUGA:
- Voice Chat WhatsApp Kini Tersedia di Semua Grup, Gak Perlu Telepon Manual Lagi!
- Google Search Berubah Total: Era Mesin Pencari Kini Dikuasai AI Mode
Berikut ini adalah 7 modus penipuan WhatsApp yang sering beredar di chat dan wajib kamu waspadai.
1. Penipuan Undian atau Hadiah Palsu
Modus ini sangat umum, di mana pelaku mengirim pesan berisi informasi bahwa kamu memenangkan hadiah dari brand ternama. Biasanya disertai dengan tautan (link) yang mengarah ke situs palsu.
Tujuannya adalah untuk mencuri data pribadi atau meminta biaya administrasi. Jangan pernah klik tautan yang mencurigakan dan segera blokir pengirimnya.
2. Akun WhatsApp Mengaku Teman atau Keluarga
Penipu sering menyamar sebagai teman atau anggota keluarga, bahkan menggunakan foto profil yang mirip. Mereka biasanya mengatakan sedang dalam kondisi darurat dan butuh pinjaman uang secepatnya.
Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi lewat telepon atau bertanya langsung sebelum percaya begitu saja.
3. Kode OTP dan Pembajakan Akun
Penipuan ini melibatkan permintaan kode OTP (One Time Password). Pelaku akan mengaku sebagai petugas dari suatu instansi atau bahkan mengatasnamakan WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: