Duka Sepak Bola Indonesia: Kuncoro Asisten Pelatih Arema FC Wafat di Stadion Gajayana
Potongan video asisten pelatih Arema FC Kuncoro saat mendapat perawatan di Stadion Gajayana --
radarpena.co.id - Dunia sepak bola Indonesia kembali diselimuti duka. Kuncoro, legenda sekaligus asisten pelatih Arema FC, meninggal dunia secara mendadak di usia 53 tahun setelah kolaps di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (18/1/2026).
Peristiwa memilukan itu terjadi di tengah Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana, sebuah momen penuh kebahagiaan yang seharusnya menjadi ajang reuni para legenda sepak bola.
Kepergian Kuncoro tak hanya mengejutkan keluarga besar Arema FC dan Aremania, tetapi juga menjadi pengingat keras bahwa penyakit jantung kerap berkembang tanpa gejala jelas.
BACA JUGA:Teknikal dan Fundamental BBTN Makin Menarik, Harga Saham Terus Nanjak
Kolaps Usai Bermain, Laga Amal Berubah Jadi Duka
Pada Minggu sore, Kuncoro ambil bagian dalam pertandingan amal bersama para mantan pemain Arema FC dan legenda sepak bola Malang. Ia tampil di babak pertama dan masih menunjukkan sentuhan khasnya di atas lapangan.
Usai menyelesaikan babak pertama, Kuncoro berjalan menuju bangku cadangan untuk beristirahat. Namun suasana stadion mendadak berubah. Tak lama duduk di bench pemain, ia tiba-tiba ambruk dan tak sadarkan diri.
Tim medis langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum Kuncoro dilarikan ke RSUD Saiful Anwar, Malang. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Kuncoro dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Diduga Serangan Jantung
Manajemen Arema FC menyebut Kuncoro diduga kuat meninggal akibat serangan jantung. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengaku seluruh elemen tim masih dalam kondisi syok.
BACA JUGA:Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Taklukkan Maroko Lewat Drama Babak Tambahan
“Kami semua sangat terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, dan hari ini Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama,” ujar Yusrinal dengan nada duka.
Bagi Arema FC, kepergian Kuncoro bukan sekadar kehilangan asisten pelatih, melainkan kehilangan bagian penting dari sejarah klub.
Kuncoro, Legenda yang Hidup Bersama Arema
Nama Kuncoro tak bisa dipisahkan dari perjalanan Arema FC. Ia memperkuat Arema Malang sebagai pemain pada periode 1991–1996 dan menjadi bagian dari tim juara Galatama 1993.
Setelah gantung sepatu, Kuncoro memilih tetap mengabdi di dunia sepak bola. Sejak 2012, ia kembali ke Arema FC sebagai asisten pelatih. Sosoknya dikenal rendah hati, humoris, tegas, dan mampu mencairkan suasana ruang ganti.
Bagi banyak pemain muda, Kuncoro bukan hanya pelatih, tetapi juga figur panutan dan mentor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: