Resmi Dipecat, Patrick Kluivert Gagal Penuhi Ekspektasi Timnas Indonesia: Ini Kata Pengamat
Patrick Kluivert diberhentikan jadi pelatih Timnas Indonesia-Instagram-
Menurut Kusnaeni, Timnas di bawah Kluivert tidak menunjukkan progres signifikan.
Permainan dinilai stagnan, tumpul di lini depan, minim kreativitas di tengah, dan lemah di sektor pertahanan.
“Permainan kita masih di situ-situ saja. Kurang tajam di depan, tidak kreatif di tengah, dan kerap melakukan blunder di belakang,” ujarnya.
Ia juga mengkritik pendekatan taktis Kluivert yang membingungkan.
Perubahan formasi dari 3-4-3 ke 4-2-3-1 dinilai tidak konsisten dan sering kali gagal dibaca oleh para pemain.
“Eksperimen tak pernah salah, tapi harus dibarengi pemahaman konteks. Sayangnya, Kluivert tidak paham karakter pemain dan kompetisi Indonesia.”
Lebih dari itu, kehadiran Kluivert yang jarang di Indonesia membuat pemahamannya terhadap ekosistem sepak bola nasional sangat dangkal.
Pelajaran Mahal untuk PSSI
Kusnaeni menilai kegagalan Kluivert sebagai pelajaran berharga bagi PSSI.
Ia mendorong agar federasi lebih selektif dalam menunjuk pelatih, dengan memperhatikan faktor pemahaman terhadap kultur dan tekanan kompetisi nasional.
“Ini bukan soal reputasi atau popularitas. Tapi soal kemampuan memahami sepak bola Indonesia dan memimpin dalam tekanan.”
Ia juga meminta agar PSSI lebih terbuka mendengar aspirasi publik, bukan hanya mendasarkan keputusan pada kehendak elite.
Dengan segala catatan negatif yang tertinggal, Kusnaeni menegaskan bahwa pemecatan Kluivert adalah keputusan tepat, dan seharusnya tidak perlu disesalkan.
Kini, publik berharap agar PSSI tidak kembali mengulang kesalahan yang sama, dan mampu menemukan sosok pelatih yang benar-benar cocok untuk membawa Garuda terbang tinggi di panggung internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: