Negara Kecil di Eropa Tenggara Ini Nyaris 100 Persen Muslim, Fakta Mengejutkan dari Kosovo!

Negara Kecil di Eropa Tenggara Ini Nyaris 100 Persen Muslim, Fakta Mengejutkan dari Kosovo!

Masjid Sinan Pasha, salah satu masjid terindah di Kosovo, berada di kompleks masjid dan madrasah bersejarah peninggalan Kesultanan Ustmaniyah Turki.--Foto: depositphotos.com

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kosovo, sebuah negara kecil di Eropa Tenggara, mungkin tak banyak dikenal luas. Namun, siapa sangka jika mayoritas penduduk Kosovo ternyata beragama Islam

Di tengah dominasi Kristen di Benua Eropa, keberadaan negara seperti Kosovo menjadi pengecualian menarik. Sejak masa penjajahan Ottoman, Islam berkembang pesat di wilayah ini dan tetap bertahan hingga kini. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana sejarah, demografi, dan kehidupan beragama di Kosovo membentuk identitas keislaman yang unik di tengah dunia Barat.

Sejarah Masuknya Islam ke Kosovo

Berdasarkan catatan Encyclopedia Britannica, Islam masuk ke Kosovo pada abad ke-15 saat wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman. 

Kekuasaan Turki Utsmani di Balkan membawa pengaruh besar terhadap agama dan budaya, termasuk penyebaran Islam. 

BACA JUGA:

Pada masa ini, banyak masyarakat Kosovo yang berpindah agama menjadi muslim, terutama dari kalangan etnis Albania.

Pemerintahan Ottoman berlangsung hingga awal abad ke-20. Selama periode tersebut, populasi muslim terus meningkat. 

Bahkan, etnis Albania yang dominan di Kosovo pun secara perlahan menggeser dominasi etnis Serbia Ortodoks yang sebelumnya lebih banyak.

Kosovo, Negara Muslim di Tengah Eropa

Setelah lepas dari Serbia pada tahun 2008, Kosovo menjadi negara dengan sistem sekuler tanpa agama resmi negara. 

Meski demikian, sensus penduduk menunjukkan bahwa sekitar 95,6 persen warga Kosovo beragama Islam, menjadikannya salah satu negara dengan populasi muslim tertinggi di Eropa. 

Sisanya terdiri dari pemeluk Katolik Roma, Ortodoks Serbia, Protestan, serta sebagian kecil Yahudi dan ateis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait