10 Ayat Al-Quran tentang Berbakti kepada Orang Tua, Panduan Hidup Penuh Berkah

10 Ayat Al-Quran tentang Berbakti kepada Orang Tua, Panduan Hidup Penuh Berkah

Ayat Al Quran tentang berbakti kepada orang tua --pexels.com

BACA JUGA:

7. Surat Al-Baqarah Ayat 83

Ayat ini menyebutkan berbuat baik kepada orang tua dalam satu rangkaian dengan kewajiban agama lain seperti salat dan zakat.

Wa iż akhażnā mīṡāqa banī isrā'īla lā ta‘budūna illallāha wa bil-wālidaini iḥsānaw wa żil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wa qūlū lin-nāsi ḥusnaw wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh(ta), ṡumma tawallaitum illā qalīlam minkum wa antum mu‘riḍūn(a). 

Artinya: (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. (QS. Al Baqarah: 83) 

8. Surat Al-An’am Ayat 151

Dalam ayat ini, Nabi Muhammad diperintahkan menyampaikan larangan menyekutukan Allah dan perintah berbuat baik kepada orang tua.

Qul ta‘ālau atlu mā ḥarrama rabbukum ‘alaikum allā tusyrikū bihī syai'aw wa bil-wālidaini iḥsānā(n), 

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua. (QS. Al An'am: 151) 

9. Surat Al-Ahqaf Ayat 15

Ayat ini menggambarkan proses pengorbanan seorang ibu dan doa anak untuk bersyukur kepada orang tua.

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā(n), ḥamalathu ummuhū kurhaw wa waḍa‘athu kurhā(n), wa ḥamluhū wa fiṣāluhū ṡalāṡūna syahrā(n), ḥattā iżā balaga asyuddahū wa balaga arba‘īna sanah(tan), qāla rabbi auzi‘nī an asykura ni‘matakal-latī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn(a). 

Artinya: Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al Ahqaf: 15) 

10. Surat Maryam Ayat 32

Kisah Nabi Isa AS yang menyatakan dirinya sebagai anak yang berbakti kepada ibunya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait