Mengapa Orang tua Dilarang Bandingkan Diri dengan Orang tua lainnya?

Mengapa Orang tua Dilarang Bandingkan Diri dengan Orang tua lainnya?

Jangan membandingkan diri dengan orang tua yang lain--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Parenting - Mengasuh anak saat ini terasa seperti berjalan di atas tali yang kencang, dengan orang-orang yang mengawasi dari segala arah. Media sosial penuh dengan keluarga yang "sempurna", pembaruan tonggak sejarah, makanan rumahan, dan anak-anak yang memenangkan medali di setiap kesempatan. 

 

Meskipun mungkin tampak tidak berbahaya, aliran kehidupan yang dikurasi secara konstan ini sering kali menanam benih yang berbahaya—perbandingan. Dan benih itu dapat tumbuh diam-diam menjadi rasa bersalah, keraguan diri, dan kelelahan.

BACA JUGA:Fenomena Sosial: Inilah 10 Provinsi dengan Jumlah Janda Muda Terbanyak di Indonesia

Mudah untuk percaya bahwa orang tua lain melakukan segalanya dengan lebih baik. Namun kenyataannya, di balik setiap foto yang tersenyum atau rapor yang bersinar, ada cerita yang tidak dilihat siapa pun. Setiap orang tua berjuang dalam pertempuran tersembunyi mereka sendiri, menghadapi perjuangan mereka sendiri, dan menempuh jalan yang tidak akan pernah sama dengan orang lain.

Berikut adalah 6 alasan yang jujur dan sepenuh hati mengapa membandingkan perjalanan mengasuh anak lebih banyak ruginya daripada manfaatnya.

BACA JUGA:Mushroom Tea, Teh Fungsional yang Lagi Naik Daun di Kalangan Milenial & Gen Z, Tingkatkan Fokus dan Anti Stres

1. Apa yang ditampilkan tidak selalu merupakan kenyataan

Semua orang tampaknya menangani berbagai hal dengan mudah—baik itu pendidikan, perilaku, atau bahkan makanan keluarga.

Kebanyakan hanya berbagi momen-momen penting. Pekerjaan rumah yang terlewat, anak balita yang mengamuk, atau malam-malam tanpa tidur jarang muncul dalam rol kamera. Semua orang mengedit kehidupan mereka sebelum dibagikan.

Ketika momen-momen mentah dan tanpa filter itu disembunyikan, hal itu menciptakan keyakinan yang salah bahwa orang lain lebih baik. Namun, kenyataan lebih rumit, dan tidak seorang pun benar-benar memahami semuanya. Hanya karena sesuatu tidak terlihat bukan berarti itu tidak terjadi.

2. Setiap anak dilahirkan dengan manual yang berbeda

Jika seorang anak lancar membaca di usia empat tahun, setiap anak seharusnya demikian.

Tidak ada dua anak yang tumbuh dengan cara, kecepatan, atau minat yang sama. Membandingkan kemajuan hanya akan memberikan tekanan yang tidak perlu bagi anak dan orang tua.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait