Hukum Titip Doa ke Jemaah Haji: Antara Adab dan Keutamaan
Ilustrasi ibadah haji-Pexels/ Yasir Gurbuz-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, sebuah perjalanan spiritual yang bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi juga penuh makna dan keberkahan.
Bagi banyak orang, bisa berangkat haji adalah impian seumur hidup. Maka, tak heran kalau keluarga, tetangga, dan teman-teman yang ditinggalkan di tanah air kerap ikut "menumpang" harapan dalam bentuk doa.
"Titip doa ya...", kalimat ini sering kita dengar saat seseorang hendak berangkat ke Makkah atau Madinah. Ada yang menitipkan doa agar dipertemukan jodoh, ada yang ingin usahanya dilancarkan, atau sekadar memohon kesehatan dan keselamatan.
Tapi sebenarnya, boleh nggak sih kita titip doa kepada jemaah haji atau umrah? Apakah ini sesuai dengan tuntunan agama? Yuk, kita bahas tuntas dalam ulasan berikut ini!
BACA JUGA:Dari Biaya hingga Fasilitas, Ini Perbedaan Haji Reguler, Plus, dan Furoda
BACA JUGA:Bukan Hanya Haji dan Kurban, Ini 5 Fakta Unik Tentang Bulan Dzulhijjah
1. Titip Doa ke Jemaah Haji, Apa Hukumnya?
Menurut ulama dari kalangan Mazhab Hanbali, Syekh Abu Bakr al-Ajurriy, sebagaimana dikutip dari NU Online, tradisi titip doa itu bukan hal yang asing dalam Islam.
Bahkan, termasuk perbuatan baik yang dianjurkan. Bukan cuma titip doa, mengantar keberangkatan jemaah haji pun punya nilai ibadah tersendiri.
Tradisi ini juga ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, lho! Saat beliau pulang dari medan perang, para sahabat biasa menyambutnya di tempat bernama Tsaniyyatul Wada’.
Jadi, jangan khawatir, titip doa itu bukan hal baru dan tidak dilarang selama tujuannya baik.
2. Lokasi dan Momen Mustajab di Tanah Suci
Kenapa sih, orang senang banget titip doa? Jawabannya, karena di tanah suci ada banyak tempat dan waktu yang dipercaya mustajab, alias doa lebih berpeluang dikabulkan!
Ahmad Qusyairi bin Zain, Ketua LDNU Solo, menyebutkan beberapa spot favorit untuk berdoa:
- Di depan Multazam (antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad)
- Saat thawaf mengelilingi Ka'bah
- Di bawah pancuran emas (mizab)
- Di dalam Ka'bah (jika punya kesempatan masuk)
- Saat minum air Zamzam
- Di antara Safa dan Marwah saat Sa’i
- Di belakang Maqam Ibrahim
- Di Hijir Ismail
BACA JUGA:Panduan Lengkap Tata Cara Haji Sesuai Urutan dari Awal hingga Akhir
BACA JUGA:Panduan Alur Keberangkatan Calon Jemaah Haji di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: