Panduan Lengkap Tata Cara Berpakaian Ihram dan Niatnya Lengkap dengan Bahasa Arab, Latin, Arti dan Videonya
Panduan berpakain Ihram--kemenag
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Menjelang musim haji, penting bagi calon jemaah untuk memahami tata cara berpakaian ihram dan doa-doa yang dianjurkan selama menjalankan ibadah haji dan umrah.
Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesucian dan kekhusyukan selama ibadah di Tanah Suci.
Sebagaimana diketahui, pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2025 dijadwalkan mulai 24 Mei. Oleh karena itu, pemahaman tentang pakaian ihram serta tata cara pemakaiannya perlu dipersiapkan sejak dini.
BACA JUGA:Hasan Nasbi Batal Mundur dari Jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Ini Alasannya
Pakaian Ihram: Simbol Kesucian dan Kesederhanaan
Pakaian ihram merupakan syarat sah dalam ibadah haji dan umrah. Untuk laki-laki, ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan.
Satu kain dipakai menutupi tubuh bagian bawah (dari pusar hingga lutut), sedangkan satu kain lainnya diselempangkan menutupi bagian atas tubuh.
Bagi perempuan, kain ihram harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Meski tidak ada bentuk khusus, pakaian ihram perempuan harus longgar, tidak transparan, dan bebas dari jahitan.
Niat dan Sunnah Sebelum Memakai Ihram
Sebelum mengenakan ihram, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain mandi, berwudhu, menggunakan wewangian (bagi pria), dan membaca niat ihram di dalam hati.
BACA JUGA:Harga Kambing Kurban Idul Adha 2025: Ini Daftar Lengkap dan Tips Memilihnya
Doa Niat Ihram Haji dan Umrah:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah SWT."
Cara Memakai Kain Ihram yang Benar
Untuk Laki-Laki:
Bagian Bawah:
Gunakan satu lembar kain untuk menutupi tubuh dari pusar hingga bawah lutut. Pastikan lipatan tidak terlalu longgar atau terlalu ketat agar nyaman saat bergerak.
Bagian Atas:
Kain diselempangkan di kedua bahu. Saat melaksanakan tawaf, bagian pundak kanan dibiarkan terbuka, lalu ditutup kembali setelah selesai.
Untuk Perempuan:
Bagian Bawah:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: