Pengertian Haji Mabrur dan Cara Meraihnya, Lengkap dengan Hadis dan Penjelasan Ulama
Ilustrasi ibadah haji --Foto: baznas.go.id
Hadis lain menyebutkan balasan bagi haji mabrur adalah surga:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Al-‘umratu ilā al-‘umrah kaffāratun limā baynahumā, wa al-ḥajju al-mabrūru laysa lahu jazā’un illā al-jannah.
Artinya: "Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA:Panduan Resmi: Cara Daftar Haji di Kemenag untuk Calon Jamaah 2025
Pendapat Ulama Tentang Haji Mabrur
Imam Abu Amr al-Qurthubi dalam kitab At-Tamhid menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak mengandung unsur riya’, sum’ah, rafats, serta fasik.
Ia juga menegaskan pentingnya membiayai haji dari sumber yang halal.
Rafats (الرفث): Ucapan atau perilaku tidak senonoh yang berbau seksual.
Fasik (الفسوق): Tindakan maksiat seperti hubungan badan atau pelanggaran aturan syariat selama haji.
Cara Meraih Haji Mabrur
Berikut ini adalah beberapa langkah penting agar ibadah haji diterima dan meraih predikat mabrur:
1. Meluruskan Niat
Niat merupakan syarat sah setiap ibadah. Haji harus dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau eksis di media sosial.
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmū’ Syarḥ Al-Muhadzdzab menyatakan:
الإحرام هو نية الحج أو العمرة بالقلب، ويُسنّ التلفظ به مع التلبية
Al-iḥrām huwa niyyatu al-ḥajji aw al-‘umrah bil-qalbi, wa yusannu at-talafẓu bihi ma‘a at-talbiyah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: