Mengetahui Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu
Suasana Hari Raya Nyepi di Bali--indozone
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Umat Hindu di Indonesia akan merayakan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka pada Sabtu 29 Maret 2025.
Bagi umat Hindu Indonesia, Hari Raya Nyepi merupakan perayaan sakral.
Perayaan ini memiliki makna mendalam dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 1983, Nyepi menjadi momen refleksi spiritual yang dinantikan setiap tahunnya.
Makna Hari Raya Nyepi
Nyepi berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi atau senyap. Berbeda dengan perayaan lainnya yang identik dengan keramaian, Nyepi justru dirayakan dalam keheningan.
BACA JUGA:20 Link Twibbon Hari Raya Nyepi 2025, Lengkap dan Desain Terbaru
Pada hari ini, umat Hindu tidak melakukan aktivitas sehari-hari seperti bepergian, bekerja, menyalakan lampu, atau bahkan menyalakan api. Tujuannya adalah untuk menghindari hiruk-pikuk kehidupan duniawi, menekan hawa nafsu, dan menyucikan diri serta alam semesta.
Hari Raya Nyepi didasarkan pada kalender Saka dan menandai Tahun Baru Saka, yang mengandung makna pembaharuan, toleransi, kebangkitan, kebersamaan, dan kedamaian. Umat Hindu berdiam diri di rumah untuk berdoa dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Rangkaian Tradisi Sebelum Hari Raya Nyepi
Sebelum puncak perayaan Nyepi, terdapat serangkaian upacara penyucian yang dilakukan untuk membersihkan diri dan lingkungan:
Upacara Melasti
Tiga hari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan Upacara Melasti, yakni ritual penyucian benda-benda sakral ke sumber mata air seperti laut, sungai, atau danau.

Upacara Melasti, yakni ritual penyucian benda-benda sakral ke sumber mata air seperti laut, sungai, atau danau. --hindu channel
Salah satu benda yang disucikan adalah Pratima, simbol Dewa/Bhatara yang digunakan dalam pemujaan.
BACA JUGA:Libur Hari Nyepi 2025: Internet dan Penyiaran di Bali Dihentikan 24 Jam
Upacara Pengerupukan
Dikenal juga sebagai Upacara Tawur Agung atau Tawur Kesanga, Pengerupukan dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Ritual ini bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan manusia dengan alam semesta serta membersihkan diri dari energi negatif (Bhuta Kala).

Arak-arakan ogoh-ogoh --Kemenparekraf
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: