Amalan untuk Wanita Haid ketika Idul Fitri: Tetap Berpahala di Hari Kemenangan
Hal yang diharamkan bagi wanita saat haid menurut Islam--Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Idul Fitri adalah hari kemenangan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadhan. Hari ini menjadi momen penuh kebahagiaan yang dirayakan dengan suka cita.
Namun, bagi perempuan yang sedang haid, ada keterbatasan dalam melaksanakan ibadah shalat Ied. Meski demikian, Islam tetap memberikan kesempatan bagi mereka untuk meraih pahala melalui berbagai amalan lain yang dianjurkan.
Dengan niat yang ikhlas, wanita haid tetap bisa merasakan keberkahan Idul Fitri. Ingin tahu apa saja amalan yang bisa dilakukan? Simak penjelasan berikut.
1. Mandi di Hari Raya Idul Fitri
Mandi sunnah di pagi hari Idul Fitri adalah anjuran Nabi Muhammad SAW yang berlaku untuk semua umat Islam, termasuk wanita haid. Meskipun tidak ikut shalat Ied, mandi pada hari raya menunjukkan kesiapan menyambut hari kemenangan dengan kondisi yang bersih dan suci.
BACA JUGA:
- Tertarik dengan Saudara Sendiri? Ini Hukum Menikahi Sepupu Menurut Islam
- Hukum dan Keutamaan Zakat Fitrah dalam Islam: Kapan Harus Dibayar?
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kebersihan dalam beribadah, dan mandi sunnah di hari raya membawa keberkahan tersendiri. Dengan mandi, seseorang menampilkan diri dalam kondisi terbaik saat bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
2. Sarapan di Hari Raya
Salah satu sunnah di hari raya adalah sarapan sebelum berangkat shalat Ied. Bagi perempuan yang sedang haid, meskipun tidak menunaikan sholat, sarapan tetap dianjurkan karena mengikuti sunnah Nabi.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Buraidah radhiyallahu'anhu, disebutkan bahwa: "Nabi SAW tidak keluar rumah untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri melainkan setelah makan, tapi pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan melainkan setelah menyembelih (hewan kurban)". (HR Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah)
3. Berdzikir dan Bertakbir
Berdzikir adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan di hari raya, termasuk bagi perempuan haid. Berdzikir adalah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengingat-Nya melalui bacaan-bacaan tasbih, tahmid, dan tahlil.
Ummu Athiyah ra. menceritakan bahwa: “Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka."
4. Mendengarkan Khutbah Salat Ied
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: