Pelatihan Batik untuk Perempuan Disabilitas di Karawang: SMF dan KTI Dorong Kemandirian Ekonomi
Achmadsyah Abdurahcman, TJSL & Pengembangan Komunitas PT SMF (Persero) bersama dengan Peserta Pelatihan Membatik Yayasan Kreasi Tuli Indonesia--
Radarpena.co.id - Momentum Hari Kartini 2026 dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan perempuan secara nyata. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) bersama KTI Foundation menggelar pelatihan membatik bagi puluhan perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini tidak sekadar simbolis. SMF dan KTI Foundation menghadirkan program yang berfokus pada peningkatan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi jangka panjang bagi peserta.
40 Perempuan Disabilitas Ikut Pelatihan Membatik
Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni pada 27 hingga 28 April 2026. Sebanyak 40 peserta terlibat dalam kegiatan ini dengan latar belakang disabilitas yang beragam, mulai dari tunarungu, tunawicara, tunadaksa hingga penyandang cerebral palsy.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik membatik sebagai bekal keterampilan produktif yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus pada Kemandirian Jangka Panjang
Founder KTI Foundation, Inaraya, menjelaskan bahwa program ini dirancang bukan hanya untuk memberikan bantuan sesaat. Sebaliknya, pelatihan ini bertujuan membangun kemampuan yang bisa digunakan secara berkelanjutan.
“Harapannya, teman-teman disabilitas tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kami ingin memberikan ‘pancing’, bukan sekadar ‘ikan’, agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Inaraya.
KTI Foundation sendiri telah mengembangkan berbagai program pelatihan, mulai dari batik, menjahit, kuliner, kopi, hingga kriya. Program-program tersebut dirancang untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
SMF Perkuat Komitmen Inklusi Sosial
Dukungan SMF dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara inklusif. Kolaborasi dengan KTI Foundation memperlihatkan pendekatan nyata dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi semua kalangan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar pelatihan keterampilan.
“Bagi SMF, kegiatan ini tidak hanya tentang pelatihan keterampilan, tetapi juga tentang membuka jalan agar setiap individu, termasuk perempuan penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi secara produktif,” kata Bonai.
Mendorong Dampak Sosial yang Nyata
SMF percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, potensi yang dimiliki penyandang disabilitas dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini terus didorong agar memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga membangun rasa percaya diri peserta. Mereka tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dalam berinteraksi dan berkarya.
Hari Kartini Jadi Momentum Inklusi
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi lebih bermakna dengan adanya kegiatan yang menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Perempuan penyandang disabilitas mendapatkan ruang untuk berkembang sekaligus menunjukkan potensi mereka.
Melalui pelatihan ini, SMF dan KTI Foundation ingin memastikan bahwa semangat Kartini tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi juga terwujud dalam aksi nyata yang berdampak.
Langkah Nyata Menuju Ekonomi Inklusif
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: