Insentif Kendaraan Listrik 2026: Pemerintah Siapkan Kuota 100 Ribu Unit, Subsidi Motor Diperkirakan Rp5 Juta

Insentif Kendaraan Listrik 2026: Pemerintah Siapkan Kuota 100 Ribu Unit, Subsidi Motor Diperkirakan Rp5 Juta

Subsidi motor listrik diperpanjang--

radarpena.co.id - Pemerintah bersiap menggelontorkan insentif besar untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada 2026.

Program ini ditargetkan untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit motor listrik sebagai tahap awal guna mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kuota tersebut bisa ditambah jika antusiasme masyarakat tinggi.

BACA JUGA:Jakarta Mulai Berlakukan Ganjil Genap untuk Mobil Listrik? Ini Fakta Terbarunya 2026!

“100 ribu pertama, kalau habis kita tambah lagi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta.

Subsidi Motor Listrik Diperkirakan Rp5 Juta

Meski skema detail masih disiapkan, pemerintah memberi sinyal bahwa subsidi motor listrik akan berada di kisaran Rp5 juta per unit.

Namun, besaran resmi serta mekanisme penyaluran insentif akan diumumkan lebih lanjut oleh:

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Keduanya akan menjelaskan teknis program, termasuk syarat penerima dan jenis kendaraan yang memenuhi kriteria.

Kurangi BBM, Perkuat Anggaran Negara

Purbaya menilai insentif kendaraan listrik tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA:Bapenda DKI Siapkan Skema Pajak Kendaraan Listrik 2026: Tetap Ada Insentif!

Dengan beralih ke kendaraan listrik, pemerintah berharap dapat:

  • Menekan beban subsidi energi
  • Mengurangi ketergantungan pada impor BBM
  • Menjaga stabilitas anggaran negara di tengah harga minyak global yang fluktuatif

“Kalau ini dipercepat, akan memperkuat daya tahan ekonomi kita,” ujarnya.

Dorong Ekonomi dan Industri Manufaktur

Program insentif EV juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, khususnya pada semester kedua 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: