Kenali 5 Tanda Oli Motor Harus Diganti, Wajib Diketahui Pengendara
Kenali 5 tanda oli motor harus diganti--suzukiindonesia
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Apakah Anda termasuk pengguna motor setiap hari untuk bekerja, kuliah, atau aktivitas lainnya? Saking sibuknya, banyak pengendara sering lupa kalau motor juga butuh “perawatan kecil” namun penting, yaitu mengganti oli.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk ganti oli motor? Apakah berdasarkan jarak tempuh atau kondisi tertentu?
Agar mesin tetap awet dan performa terjaga, mari simak tanda-tanda motor sudah harus ganti oli berikut ini.
BACA JUGA:Banyak Salah Kaprah! Oli Mesin Mobil Hybrid Memiliki Kriteria Berbeda dari Kendaraan Biasa
1. Jarak Tempuh Sudah Mencapai Batas
Cara paling mudah mengetahui kapan oli motor harus diganti adalah dengan menghitung jarak tempuh.
Motor matic: idealnya ganti oli setiap 3.000 km.
Motor non-matic/manual: maksimal 5.000 km.
Selain jarak tempuh, beberapa motor juga memiliki indikator pergantian oli di dashboard yang bisa menjadi pengingat.
2. Warna Oli Berubah Pekat
Oli baru biasanya berwarna bening, kuning keemasan, cokelat muda, atau kebiruan. Namun, seiring pemakaian dan paparan sisa pembakaran, oli akan berubah menjadi hitam pekat.
Jika warnanya sudah gelap, itu tanda kualitas oli menurun dan pelumasan mesin tidak lagi optimal.
BACA JUGA:Waspada! Ini 5 Dampak Buruk Jika Mengisi Oli Mesin Terlalu Banyak
3. Suara Mesin Menjadi Kasar
Jika mesin motor terdengar lebih berisik, terutama saat akselerasi atau perpindahan gigi, bisa jadi penyebabnya adalah oli yang sudah menurun kualitasnya.
Oli yang terlalu lama tidak diganti akan kehilangan daya lumas, sehingga gesekan antar komponen mesin menimbulkan suara kasar.
4. Volume Oli Berkurang
Motor dengan kapasitas mesin kecil (≤150 cc) biasanya membutuhkan oli sekitar 800 ml. Seiring waktu, volumenya bisa berkurang akibat penguapan saat mesin panas, masuk ke ruang bakar melalui celah piston, atau karena adanya kebocoran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: