Sopir MBG Nyambi Jadi Kurir Sabu, Diciduk Polisi di Depok!
--
Radarpena.co.id - Pria yang sehari-harinya bertugas sebagai sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) diringkus polisi karena diduga terlibat jaringan peredaran gelap narkoba.
Ibarat pepatah "sambil menyelam minum air," seorang pria berinisial A tersebut justru menyalahgunakan pekerjaannya untuk tindakan kriminal.
A diciduk aparat di kawasan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Tak sekadar menjadi kurir yang mengantarkan barang haram tersebut, A ternyata juga aktif sebagai pengguna sabu.
Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi. Beliau membenarkan bahwa tersangka merupakan bagian dari operasional program gizi nasional tersebut.
“Iya betul, kami tangkap sopir MBG, nyambi jadi kurir narkoba jenis sabu juga pemakai,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi.
Jejak dari Penjual Pecel Lele
Tertangkapnya A bukan tanpa alasan. Polisi sebelumnya lebih dulu mengamankan seorang pria berinisial D di Tajurhalang, Kabupaten Bogor. D, yang dikenal sebagai pedagang pecel lele, menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar keterlibatan A.
“Dua pelaku, pertama penjual pecel lele inisial D yang ditangkap, lalu dari pengembangan kemudian tangkap A, yang merupakan sopir MBG,” jelasnya.
Penangkapan D berlangsung cukup dramatis. Polisi yang sudah lama memantau gerak-gerik mencurigakan tersangka langsung menyergapnya saat berada di sebuah lahan kosong. Tanpa perlawanan berarti, D menyerah di tangan petugas.
“Anggota langsung bergerak mengamankan pelaku tanpa perlawanan di kebun kosong milik warga,” jelas Made.
Barang Bukti Sabu Siap Edar
Dari tangan D, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu yang sudah dikemas dan siap untuk dijual kepada pelanggan.
“Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu yang telah dibungkus plastik klip bening dan siap edar dengan berat total 1,03 gram,” bebernya.
Setelah mendalami keterangan dari D, barulah muncul nama A sebagai kurir yang terlibat dalam lingkaran distribusi tersebut. Pengembangan ini akhirnya menuntun polisi ke wilayah Mampang, tempat A akhirnya diringkus.
Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memburu pemasok utama atau bandar besar yang menyuplai sabu kepada kedua pria tersebut.
Kasus ini pun mendadak viral di jagat maya, memicu beragam komentar dari warganet yang menyayangkan keterlibatan petugas program pelayanan publik dalam tindak pidana narkoba.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: