Pelayanan Humanis! Polda DIY Siapkan 195 Masjid Jadi Rest Area Mudik Lebaran 2026
Polda DIY siapkan 195 masjid dan puluhan gereja sebagai rest area mudik Lebaran 2026.-Foto:POlda DIY-
Radarpena.co.id - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan inovasi besar dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026. Selain menyiapkan strategi pengamanan jalur, kepolisian menggandeng instansi terkait untuk menyediakan 195 masjid dan sekitar 30 hingga 45 gereja sebagai tempat istirahat (rest area) alternatif bagi para pemudik yang melintasi wilayah Yogyakarta.
Langkah ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Langkah strategis ini ditempuh mengingat prediksi puncak arus mudik yang sangat masif akan jatuh pada 13–14 April 2026, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 18–19 April 2026.
Karo Ops Polda DIY, Kombes Pol Rendra Radita, menekankan pentingnya pengendalian diri bagi para pengendara. Ia meminta para pemudik untuk tidak tergesa-gesa dan lebih mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.
Batas Kecepatan 40 KM/Jam dan Tim Urai
Fokus utama Operasi Ketupat Progo 2026 adalah memastikan tidak ada kemacetan total di jalur-jalur krusial. Polisi menetapkan batas kecepatan kendaraan sekitar 40 km/jam, terutama di titik-titik rawan kepadatan seperti pintu keluar Tol Purwomartani.
"Kita ingin para pemudik tidak tergesa-gesa. Yang terpenting adalah selamat sampai tujuan. Batas kecepatan sekitar 40 km per jam, bahkan bisa lebih rendah menyesuaikan kondisi jalur," ujar Kombes Rendra usai meninjau persiapan di Gerbang Tol Purwomartani, Rabu (11/3/2026).
Polda DIY juga telah menyiagakan tim pengurai kepadatan di sejumlah titik bottleneck. Tim ini bertugas memperlancar arus kendaraan agar pelambatan yang terjadi tidak berubah menjadi kemacetan panjang yang melumpuhkan mobilitas.
Skenario Rekayasa Lintas Provinsi
Pengaturan lalu lintas selama periode mudik ini tidak dilakukan sendiri oleh Polda DIY. Koordinasi lintas provinsi dengan jajaran kepolisian di Jawa Tengah terus diintensifkan. Skenario rekayasa jalur telah disiapkan mulai dari perbatasan Jawa Tengah hingga masuk ke wilayah perkotaan di Yogyakarta.
"Kami sudah mempersiapkan berbagai skenario agar potensi penyempitan jalur atau bottleneck bisa diantisipasi sedini mungkin. Rekayasa jalur dan strategi pengaturan arus sudah kami matangkan," tambah Rendra.
Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas rumah ibadah yang disediakan sebagai rest area agar kondisi fisik tetap prima selama perjalanan. Sinergi antara pengaturan kecepatan yang ketat dan penyediaan fasilitas istirahat yang luas diharapkan mampu menekan angka kecelakaan selama musim mudik tahun ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: