Iran Bersumpah Tak Akan Menyerah pada Israel dan AS

Iran Bersumpah Tak Akan Menyerah pada Israel dan AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat di tengah konflik Timur Tengah--

Radarpena.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat setelah konflik bersenjata memasuki minggu kedua.

Dalam pidato resmi yang disiarkan televisi nasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk pada tekanan dari Israel maupun Amerika Serikat.

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional yang semakin meluas sejak akhir Februari.

Dalam pidato yang disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026, Pezeshkian menyampaikan pesan tegas kepada pihak yang dianggapnya sebagai musuh Iran.

“Musuh-musuh Iran harus mengubur sendiri impian mereka untuk memaksa rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegas Pezeshkian dalam siaran televisi pemerintah.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak berniat mundur meskipun konflik regional terus memanas.

Di tengah pidato yang penuh nada perlawanan, Presiden Iran juga menyampaikan pesan yang berbeda kepada negara-negara di kawasan.

Ia meminta maaf atas dampak serangan militer Iran yang sempat menjangkau beberapa wilayah di sekitar kawasan Teluk.

Menurut Pezeshkian, serangan tersebut bukan ditujukan kepada negara tetangga secara langsung, melainkan sebagai respons terhadap operasi militer yang dilancarkan oleh pihak yang dianggap menyerang Iran terlebih dahulu.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangga yang wilayahnya terdampak oleh serangan Iran,” kata Pezeshkian.

Ia menegaskan Iran tidak memiliki niat memperluas konflik ke negara-negara lain di kawasan.

Komitmen Iran Menghindari Perang Regional

Dalam pidatonya, Pezeshkian juga mengungkapkan adanya kesepakatan penting yang dicapai oleh dewan kepemimpinan sementara Iran.

Kesepakatan tersebut berisi komitmen untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga, kecuali jika Iran terlebih dahulu diserang dari wilayah mereka.

“Dewan kepemimpinan sementara telah sepakat tidak akan ada lagi serangan terhadap negara tetangga. Tidak akan ada rudal yang diluncurkan kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait