Harga Minyak Dunia Tembus US$ 81! Apakah Harga BBM Bakal Naik? Ini Jawaban Menteri Bahlil

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 81! Apakah Harga BBM Bakal Naik? Ini Jawaban Menteri Bahlil

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia-anisha aprilia-radarpena.co.id Disway group

radarpena.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat sukses membuat pasar energi global bergejolak.

Harga minyak mentah dunia jenis Brent kini melesat hingga US$ 81 per barel, jauh melampaui asumsi APBN 2026 yang hanya US$ 70 per barel.

Lantas, apakah kantong masyarakat Indonesia akan segera terdampak kenaikan harga BBM? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya buka suara.

BACA JUGA:Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Nasib Pertalite dan Solar: Aman atau Naik?

Bagi pengguna BBM subsidi, ada kabar melegakan. Menteri Bahlil menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan berubah secara otomatis hanya karena fluktuasi harga minyak dunia.

“Kalau BBM subsidi seperti Pertalite, selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah, maka harganya tetap,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Artinya: Pemerintah masih menahan harga Pertalite dan Solar demi menjaga daya beli masyarakat, meski tekanan pada APBN semakin besar.

BBM Non-Subsidi Siap-Siap Penyesuaian

Berbeda nasib dengan Pertalite, pengguna Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series harus bersiap. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 22, harga BBM umum (non-subsidi) bersifat fleksibel mengikuti mekanisme pasar global.

BACA JUGA:Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Ditutup, Tegaskan Penegakan Maklumat Wali Kota

"Untuk non-subsidi, memang mengikuti harga pasar sesuai regulasi. Itu sudah ada aturannya," tambah Bahlil. Jika tren kenaikan minyak mentah terus berlanjut, penyesuaian harga di SPBU dalam waktu dekat sangat mungkin terjadi.

Ancaman Selat Hormuz: Harga Minyak Bisa Tembus US$ 200?

Penyebab utama lonjakan ini adalah ancaman serius dari Iran. Pejabat senior Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan mengancam akan menutup Selat Hormuz.

Mengapa ini gawat?

  • Jalur Nadi Dunia: Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini.
  • Risiko Serangan: Kapal tanker yang melintas terancam menjadi target serangan di tengah konflik Iran vs Israel-AS.
  • Prediksi Ekstrem: Jika jalur ini benar-benar lumpuh, pengamat spekulasi harga minyak bisa meroket hingga US$ 200 per barel.

BACA JUGA:Terungkap Hasil Lab BPOM & Penyebab Medis Siswa MIN 2 Ketahun Meninggal Usai Menu MBG

Dampak pada Ekonomi Indonesia

Kenaikan harga minyak global ini bak pisau bermata dua bagi Indonesia:

  • Tekanan APBN: Subsidi energi membengkak karena harga riil jauh di atas asumsi US$ 70/barel.
  • Stok Nasional: Pemerintah menjamin stok BBM dalam negeri saat ini masih dalam kategori aman dan distribusi tetap normal.
  • Monitor Ketat: Kementerian ESDM terus memantau situasi harian sebelum mengambil langkah strategis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: