Operasi Ketupat 2026 Dimulai 13 Maret, Polri Siapkan Ganjil Genap hingga One Way
Korlantas Polri terapkan one way lokal dan nasional pada arus balik Lebaran 2025--
RADARPENA.CO.ID - Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi tetap tinggi meski survei menunjukkan sedikit penurunan jumlah pemudik dibanding tahun lalu.
Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa berbagai skema manajemen lalu lintas akan diterapkan di ruas tol utama dan titik-titik rawan kepadatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Ganjil Genap, One Way hingga Contraflow Disiapkan
Menurut Dedi, sejumlah rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional. Skema tersebut meliputi:
-
Sistem ganjil genap
-
One way (satu arah)
-
Contraflow
-
Delaying system
-
Buffer zone di pelabuhan
“Guna menjamin pelaksanaan operasi berjalan lancar, akan ada beberapa kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol, antara lain ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, juga buffer zone di pelabuhan,” ujar Dedi di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Rekayasa ini akan diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan. Jika volume kendaraan meningkat signifikan, skema one way dan contraflow bisa langsung diberlakukan untuk mengurai kemacetan panjang.
BACA JUGA:Agresi Udara AS-Israel Sasar Gedung Lembaga Penyiaran Nasional Iran di Teheran
Operasi Ketupat 2026 Digelar 13 Hari
Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tahunan ini, sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya mudik dan perayaan Lebaran.
Personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan lancar.
Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontigensi atau keadaan darurat yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik.
Potensi Pergerakan Capai 143,9 Juta Orang
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Angka tersebut memang sedikit menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, atau turun sekitar 2,57 juta orang (1,75 persen).
Meski demikian, Polri tidak ingin lengah. Penurunan secara survei belum tentu sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Apalagi, mudik tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi yang berpotensi menambah mobilitas masyarakat.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Polri memprediksi puncak arus mudik akan terbagi dalam dua gelombang:
-
14–15 Maret 2026
-
18–19 Maret 2026
Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada:
-
25–26 Maret 2026
-
28–29 Maret 2026
Dengan adanya dua gelombang ini, pengendara diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan lebih fleksibel agar terhindar dari kepadatan ekstrem.
Ribuan Posko Disiagakan di Seluruh Indonesia
Untuk mendukung pengamanan, Polri menyiapkan 2.746 posko yang terdiri atas:
-
1.624 pos pengamanan
-
779 pos pelayanan
-
343 pos terpadu
Posko tersebut akan mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata.
BACA JUGA:Dobrak Batas Sinyal, Samsung Pastikan Galaxy S26 Dukung Komunikasi Satelit Global
Langkah ini dilakukan agar pengamanan tidak hanya fokus pada jalur mudik, tetapi juga aktivitas masyarakat di lokasi strategis lainnya selama libur Lebaran.
Layanan Penitipan Kendaraan dan Hotline 110
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang akan mudik.
Fasilitas ini diharapkan memberi rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.
Tak hanya itu, Polri juga mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline pengaduan dan laporan tanggap darurat. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini jika membutuhkan bantuan kepolisian selama periode mudik.
Antisipasi Tetap Maksimal Meski Ada Penurunan Survei
Meski survei menunjukkan penurunan jumlah pemudik, Polri tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan di lapangan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa faktor cuaca, kecelakaan, hingga kebijakan mendadak bisa memengaruhi kondisi lalu lintas secara drastis.
Karena itu, kombinasi rekayasa lalu lintas, kesiapan personel, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026.
Bagi masyarakat yang akan mudik, disarankan untuk:
-
Mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat
-
Memantau informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas
-
Menghindari waktu puncak jika memungkinkan
-
Menggunakan rest area secara bijak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: