Trump Klaim Punya 'Jurus Jitu' Damaikan Arab Saudi dan UEA

Trump Klaim Punya 'Jurus Jitu' Damaikan Arab Saudi dan UEA

Trump Klaim Punya 'Jurus Jitu' Damaikan Arab Saudi dan UEA--

Radarpena.co.id - Dunia internasional kembali dikejutkan oleh pernyataan percaya diri dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Di tengah memanasnya keretakan hubungan antara dua sekutu utama AS di Timur Tengah, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), Trump sesumbar bahwa dirinya mampu memediasi perselisihan tersebut tanpa kesulitan berarti.

Dalam sebuah sesi wawancara mendadak di pesawat kepresidenan Air Force One saat perjalanan kembali ke Washington DC, Trump mengakui adanya gesekan tajam antara Riyadh dan Abu Dhabi. Namun, ia merasa memiliki pengaruh besar untuk meredakan situasi tersebut jika ia mau.

"Mereka memang memiliki perselisihan, dan kami bisa menyelesaikannya dengan sangat mudah," ujar Trump dengan nada santai kepada awak media, Selasa (17/02/2026).

Meskipun Trump merasa mampu menjadi juru damai, ia justru menunjukkan sikap yang membingungkan.

Saat ditanya apakah Gedung Putih akan mengirim tim negosiasi atau terlibat langsung dalam sengketa dua raksasa Teluk tersebut, Trump justru memberikan jawaban negatif.

Ia menegaskan saat ini Amerika Serikat tidak memiliki rencana konkret untuk mencampuri urusan internal kedua negara tersebut.

Sikap "bisa tapi ogah" ini memicu spekulasi di kalangan pengamat politik internasional, apakah ini strategi tekanan atau sekadar retorika belaka dari sang Presiden.

Perang Yaman dan Kelompok Separatis STC

Ketegangan antara Arab Saudi dan UEA ini bukanlah tanpa alasan. Melansir laporan dari Anadolu Agency, konflik bermula dari perbedaan strategi di medan perang Yaman.

Perseteruan mencapai puncaknya setelah Abu Dhabi memutuskan untuk menarik pasukannya secara total dari negara yang dilanda perang tersebut. Poin krusial yang memicu kemarahan Riyadh adalah:

Dukungan Separatis

Riyadh menuding UEA secara diam-diam mendukung Southern Transitional Council (STC), sebuah kelompok separatis yang mendominasi wilayah selatan Yaman.

Ancaman Perbatasan

Arab Saudi merasa pergerakan kelompok dukungan UEA tersebut terlalu dekat dengan wilayah kedaulatan perbatasan Saudi.

Penarikan Pasukan

Langkah sepihak Abu Dhabi menarik tentara mereka dianggap melemahkan koalisi anti-Houthi yang dipimpin oleh Saudi.

Dampak Serius Bagi Stabilitas Timur Tengah

Meski Abu Dhabi secara resmi membantah mendukung pergerakan separatis, keretakan ini dianggap sebagai salah satu krisis paling serius dalam koalisi militer di semenanjung Arab dalam beberapa tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: