Siswa 14 Tahun Tikam Guru hingga Kritis, Motivasinya Kebencian

Siswa 14 Tahun Tikam Guru hingga Kritis, Motivasinya Kebencian

Ilustrasi Petugas Ambulans, Image: DALLĀ·E 3--

radarpena.co.id - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di sebuah sekolah menengah di kota Sanary sur Mer, Prancis, ketika seorang siswa berinisial A berusia 14 tahun menikam guru seni berinisial M di depan 22 rekan sekelasnya.

Korban seorang wanita berusia sekitar 60 tahun yang telah mengabdi di sekolah selama hampir tiga dekade saat ini dirawat di rumah sakit militer setempat dalam kondisi serius setelah menjalani operasi.

Menurut pernyataan jaksa RB, remaja tersebut merencanakan serangan ini dengan mengambil pisau dari rumahnya dengan niat untuk menikam gurunya. Motif yang diungkapkan siswa itu bukan terkait agama atau politik melainkan karena merasa guru telah melaporkan beberapa pelanggaran disiplin yang dianggapnya tidak adil.

Pelaku mengaku menyesali tindakan ini dan lebih merasakan kebencian terhadap dirinya sendiri daripada terhadap korban ujar jaksa RB. Keputusan terkait penahanan pra persidangan akan ditentukan saat remaja tersebut muncul di pengadilan.

Evakuasi Sekolah dan Reaksi Pemerintah

Sekolah segera dievakuasi setelah serangan terjadi dan pelajaran pada hari berikutnya dibatalkan. Menteri Pendidikan Prancis berinisial EG yang mengunjungi sekolah menyebut serangan ini tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa sejak Maret tahun lalu sebanyak 525 senjata tajam telah disita di sekolah sekolah sebelum sempat melukai siapa pun.

EG menambahkan bahwa sekolah mencerminkan kondisi masyarakat dan tidak dapat secara sendiri menahan meningkatnya kekerasan verbal dan fisik yang kini menjadi fenomena global. Ia menekankan perlunya kerja sama antara keluarga guru pejabat terpilih dan seluruh warga negara untuk menurunkan ketegangan dan mencegah kekerasan lebih lanjut.

Tren Kekerasan Pelajar di Prancis

Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan yang dilakukan oleh pelajar di Prancis. Tahun lalu seorang remaja 14 tahun didakwa membunuh asisten pengajar sementara pada bulan April seorang siswa menewaskan seorang gadis dan melukai beberapa orang lainnya dalam serangan pisau di kota lain di Prancis. Pada tahun 2020 guru berinisial SP dibunuh oleh seorang pengungsi di luar sekolah tempat ia mengajar yang dimotivasi oleh ekstremisme agama.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di sekolah terutama terkait dengan akses remaja terhadap senjata tajam. Pemerintah Prancis terus mengupayakan langkah pencegahan melalui peningkatan pengawasan program pendidikan sosial serta intervensi dini terhadap perilaku agresif pelajar.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan institusi pendidikan bahwa kekerasan di sekolah bukan hanya masalah lokal tetapi cerminan tantangan sosial yang lebih luas. Upaya mitigasi tidak hanya memerlukan langkah internal di sekolah tetapi juga keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk membentuk lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi generasi muda.

 

Referensi:

BBC News Boy 14 stabbed art teacher because he had too much hatred he tells police
AFP via Getty Images
Statements from Toulon Prosecutor R B
Comments by French Education Minister E G

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: