Badai Musim Dingin Melanda AS, Suhu Bisa Jatuh hingga Minus 50 Derajat
Salju di New York, Image: PublicDomainPictures / Pixabay--
radarpena.co.id - Amerika Serikat menghadapi gelombang dingin ekstrem yang diprediksi akan menjadi salah satu badai musim dingin paling parah dalam beberapa dekade.
Lebih dari 200 juta orang diperkirakan akan merasakan dampak langsung, dengan ancaman salju lebat, hujan es, dan udara Arktik yang dapat menurunkan wind chill hingga minus 50 derajat Celsius.
National Weather Service (NWS) memperingatkan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk hipotermia dan radang dingin pada kulit yang terpapar.
NWS menjelaskan bahwa gelombang udara Arktik yang menyapu sebagian besar Amerika akan menciptakan kondisi yang “sangat berbahaya,” menegaskan bahwa paparan langsung di luar ruangan dapat menimbulkan risiko kematian dalam waktu singkat.
Ahli meteorologi menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi suhu ekstrem ini.
Jalur Badai dan Kota Terdampak
Badai diperkirakan bergerak dari dataran tinggi dan Pegunungan Rocky menuju timur, memengaruhi kota-kota seperti Memphis, Nashville, Washington DC, Philadelphia, Baltimore, hingga New York. Di beberapa wilayah, salju dapat menumpuk lebih dari 30 sentimeter, dengan konsentrasi tertinggi di sepanjang jalur Colorado, West Virginia, hingga Boston.
Di New York City dan sekitarnya, perkiraan ketebalan salju mencapai 25–35 sentimeter, sementara di Boston dan wilayah selatan New England, salju bisa mencapai 30–43 sentimeter.
Selain salju, hembusan angin yang mencapai 48 kilometer per jam diperkirakan akan memperburuk kondisi, menciptakan suhu wind chill yang sangat ekstrem.
Fenomena wind chill memperlihatkan seberapa cepat tubuh kehilangan panas akibat kombinasi suhu udara dan kecepatan angin, sehingga meskipun termometer mencatat suhu minus 20, tubuh bisa merasakan suhu minus 50.
Dampak Kesehatan dan Risiko Fisiologis
Wind chill ekstrem meningkatkan risiko hipotermia dan radang dingin secara signifikan. Penelitian medis menunjukkan bahwa pada suhu wind chill di bawah minus 40 derajat Celsius, radang dingin dapat terjadi dalam waktu kurang dari 10 menit.
Pada kondisi yang diperkirakan terjadi di Northern Plains, paparan hanya beberapa menit tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen. Risiko ini menekankan pentingnya perlindungan tubuh yang tepat, seperti pakaian berlapis, penutup wajah, dan pembatasan waktu di luar ruangan.
Gangguan Transportasi dan Layanan Publik
Badai ini telah menimbulkan gangguan serius pada transportasi udara dan darat. Ribuan penerbangan dibatalkan di seluruh Amerika Serikat, termasuk penerbangan domestik dan internasional.
Jalan raya utama diperkirakan sulit dilalui selama puncak badai, dengan risiko tinggi kecelakaan akibat salju tebal dan es licin. Black ice atau lapisan es tipis yang tidak terlihat menambah bahaya bagi pengemudi.
Otoritas kota, termasuk New York, menyiapkan ribuan pekerja kebersihan, snow plow, dan penyebar garam untuk mengurangi dampak salju. Wali kota mengimbau warga untuk tetap di rumah jika memungkinkan dan menghindari perjalanan yang tidak penting.
Persiapan Pemerintah dan Status Darurat
Sedikitnya 16 negara bagian telah menetapkan status darurat. Gubernur New York, Kathy Hochul, menyatakan bahwa negara bagian telah menyiapkan ribuan alat berat dan cadangan garam yang cukup untuk menghadapi badai.
Texas, yang pernah mengalami kegagalan listrik besar pada badai 2021, memastikan jaringan listrik saat ini lebih siap menghadapi permintaan energi tinggi akibat suhu ekstrem. Penerapan status darurat memungkinkan mobilisasi pasukan Garda Nasional dan sumber daya darurat lainnya secara cepat dan efektif.
Hubungan dengan Perubahan Iklim
Meski badai ini merupakan fenomena cuaca Arktik alami, para ilmuwan iklim menyoroti pengaruh pemanasan global terhadap pola ekstrem semacam ini. Pemanasan Arktik yang lebih cepat dibandingkan wilayah lain dapat melemahkan polar vortex, memungkinkan udara dingin ekstrem bergerak lebih jauh ke selatan.
Studi ilmiah menunjukkan bahwa ketidakstabilan pola atmosfer ini dapat meningkatkan frekuensi badai musim dingin dengan intensitas tinggi, meskipun tren global menunjukkan kenaikan suhu rata-rata.
Kesimpulan
badai musim dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat menunjukkan bagaimana fenomena alam dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan manusia, terutama ketika suhu wind chill bisa mencapai minus 50 derajat Celsius.
Ancaman ini menekankan perlunya kesiapan masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta pemahaman ilmiah tentang risiko fisiologis akibat suhu ekstrem. Ilmu meteorologi modern dan penelitian iklim menjadi alat penting untuk meramalkan, memahami, dan mengantisipasi bencana alam yang semakin kompleks.
Referensi
BBC News – US braces for extremely dangerous winter storm
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: