Waspada! Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya hingga 20 Januari 2026

Waspada! Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya hingga 20 Januari 2026

Banjir Rob yang menggenangi wilayah Penjaringan-cahyono-radarpena.co.id Disway group

RADARPENA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir Surabaya dan sekitarnya.

Fenomena ini diprakirakan terjadi selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026, dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

BMKG mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pantai, pelabuhan, serta wilayah dataran rendah yang rentan tergenang air laut pasang.

Prakirawan cuaca BMKG Tanjung Perak, Muhamad Biyadihie, menjelaskan bahwa banjir rob merupakan banjir akibat naiknya muka air laut yang terjadi saat pasang maksimum.

Ketika ketinggian air laut melampaui elevasi daratan pesisir, air akan menggenangi wilayah darat dan menyebabkan genangan.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 17 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Banyak Wilayah Indonesia

Menurutnya, banjir rob kali ini dipicu oleh fase bulan baru (new moon) yang berlangsung pada 16–20 Januari 2026.

“Fase bulan baru atau new moon ini menyebabkan terjadinya pasang maksimum dan surut minimum. Kondisi inilah yang memicu naiknya muka air laut secara signifikan,” ujar Biyadihie saat dihubungi pada Jumat (16/1/2026).

BMKG memprakirakan ketinggian air laut saat pasang maksimum bisa mencapai 130 hingga 140 sentimeter dari rata-rata muka laut.

Angka ini tergolong cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan di kawasan pesisir yang sistem drainasenya kurang optimal.

Genangan air laut ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi berdampak pada sektor ekonomi masyarakat pesisir.

“Genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, perikanan darat, serta kegiatan masyarakat lainnya,” jelas Biyadihie.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob

BMKG Tanjung Perak mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain:

  • Benowo, Surabaya Barat

  • Wilayah Surabaya Utara

  • Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak

  • Sebagian wilayah pesisir Banyuwangi

Wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik dataran rendah dan aktivitas maritim yang cukup padat, sehingga dampak banjir rob bisa terasa lebih signifikan.

BMKG juga memprakirakan pasang maksimum akan terjadi pada malam hari, yakni sekitar pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB. Pada rentang waktu ini, potensi genangan air laut mencapai level tertinggi.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di kawasan pesisir pada jam-jam tersebut, terutama bagi nelayan, pekerja pelabuhan, serta pengguna jalan di area rawan genangan.

BACA JUGA:Sumatera Siaga! Anggaran Mitigasi Meroket Rp74 Triliun, Sabo Dam Jadi Andalan Baru Lawan Bencana

Di tengah kondisi cuaca yang memasuki puncak musim hujan, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap naiknya air laut, warga juga diminta berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat agar aliran air laut dapat cepat surut,” tandas Biyadihie.

BMKG juga menyarankan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa terjadi secara cepat.

 

Meski banjir rob yang diprakirakan tidak masuk kategori ekstrem, dampaknya tetap perlu diantisipasi. Genangan air laut dapat memicu kerusakan infrastruktur, mengganggu mobilitas warga, serta memperbesar risiko banjir jika terjadi hujan bersamaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: